Pada tanggal 12 nopember 2013, bertempat di Gedung Widya Graha Kampus 2, Fakultas Pertanian Universitas Widyagama (UWG) menyelenggarakan Seminar Nasional Ekowisata. Seminar mengusung tema “Peran Kepemimpinan dan Inovasi Penduduk Lokal dalam Pengembangan Ekowisata”. Seminar ini diselenggarakan atas kerjasama Fakultas Pertanian UWG dan Program Pascasarjana UB.  Dekan Fakultas Pertanian UWG, Dr. Ir. Moh. Su’i, MP dalam sambutannya menyatakan seminar ini melibatkan elemen perguruan tinggi, instansi pemerintah dan swasta yang terkait dengan ekowisata dan pemerhati serta praktisi. Seminar dibuka oleh bupati Malang yang diwakili oleh kepala dinas pariwisata, yang dalam menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, dan berharap memberikan sumbangan akademik nyata bagi pengembangan ekowisata.
Menurut Ketua Panitia Seminar, Dr. Ir. Rita Hanafie, MP, seminar diikuti berbagai kalangan, yaitu mahasiswa, dosen, peneliti, pelaku ekowisata, lembaga penelitian dari berbagai daerah di Indonesia. Selain seminar, digelar pula Pameran Foto wisata yang diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat bahwa nusantara memiliki obyek wisata yang potensial. Seminar berhasil menerbitkan prosiding yang memuat 24 naskah, dimana empat diantaranya dipresentasikan. Seminar ini memiliki harapan besar bukan hanya untuk menyajikan konsep dan pengetahuan umum, tetapi juga menemukan kebutuhan riil penduduk lokal dalam pengembangan jasa Ekowisata. Â
Seminar menghadirkan dua pembicara kunci, yakni Dr. Ir. Bambang Suprianto, M.Sc,  Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kementrian Kehutanan RI; dan Dr. Frans Teguh dari Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif. Menurut Bambang, yang juga mengajar di Program Pascasarjana Manajemen Ekowisata di IPB, keseriusan pemimpin untuk mewujudkan ekowisata adalah modal penting. Ketika pemimpin sudah menunjukkan komitmen, maka wisata yang berwawasan lingkunganpun akan mudah diwujudkan.   “Jokowi adalah contoh pemimpin yang peduli lingkungan, perhatiannya dengan monyet dan upaya konservasi menjadi contohnya”, ungkap Bambang”.
Pembicara kunci dari Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif, Frans Teguh, menyatakan pilar penting yang tak boleh dilupakan dalam mewujudkan Ekowisata adalah masyarakat. Menurutnya masyarakat harus diajak dan diberdayakan kemampuannya, jika tidak diajak bisa jadi justru gangguan yang muncul juga bersumber dari masyarakat. “Kalau masyarakat diajak maka mereka akan memberikan support dan dampaknya juga pada peningkatan ekonomi masyarakat”, tegasnya.
Paparan pemateri seminar ekowisata lainnya berasal dari akademisi dan praktisi. Praktisi Tatak Sariawan menyajikan pengalaman desa Candirejo dalam mengembangkan ekowisata di desanya. Organisasi adalah kunci penyelenggaraan ekowisata disertai kepemimpinan yang kredibel. Pemimpin harus memiliki tanggungjawab untuk memberdayakan masyarakat. Sementara Bachtiar, praktisi wisata backpacker menyampaikan bahwa Malang Raya memiliki potensi wisata belum digarap dengan maksimal. Seharusnya wisatawan dan tamu yang datang ke Malang, mendapatkan penawaran fasilitas dan informasi yang lengkap mengenai wisata yang membuat mereka mengeluarkan uang yang dibawanya dan menghabiskan di Malang. Menawarkan wisata ke luar negeri harus dihentikan, karena potensi wisata dalam negeri jauh lebih unik. Materi paparan dapat dilihat disini.
Secara umum seminar berjalan lancar hingga sore hari. Seminar dihadiri sekitar 150 perserta, berasal dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Hadir dalam seminar antara lain mahasiswa pascasarjana UB, mahasiswa FP UWG, dosen-dosen FP UWG, serta para penulis naskah. (san/pip)
Normal
0
false
false
false
IN
X-NONE
X-NONE
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}



