WISUDA GASAL 2013/2014 & DIES XXIX

oleh | Mar 29, 2014 | Berita | 0 Komentar

IMG_0609Pada hari Sabtu, 29 Maret 2014, Universitas Widyagama Malang menyelenggarakan wisuda semester gasal 2013/2014.  Wisuda disampaikan dalam Rapat Terbuka Senat Universitas Widyagama Malang, bertempat di Hall Lantai 1 Gedung Widya Graha, Kampus 2 Universitas Widyagama, Jl. Borobudur 35 Malang.

Wisuda kali  ini menjadi istimewa karena bersamaan dengan dilaksanakannya peringatan Dies Natalis ke 29 tahun Universitas Widyagama, atau yang ke 42 tahun sejak Universitas ini berdiri, yaitu tahun 1972 ketika berbentuk Akademi Bank dan Manajemen Widyagama Malang. Hal ini pula yang membuat acara hari ini sedikit lebih berwarna dibanding gelar wisuda sebagaimana biasanya.

IMG_0652

Rektor UWG Prof Iwan Nugroho

Rektor Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS, dalam sambutannya menyampaikan, memperingati Dies sudah sewajarnya  dapat merenungkan perjalanan lembaga ini.  Kita sangat bersyukur bahwa Universitas ini mengalami proses pembelajaran yang luar biasa dalam hal akademik maupun non akademik, secara internal maupun eksternal.   Kini Universitas ini telah berkembang, memiliki 11 program sarjana (S1), 2 program magister (S2) dan dua program diploma (D3), bernaung dalam empat Fakultas dan Program Pascasarjana.  Sejak ditetapkannya UU 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, percepatan perkembangan dan tuntutan kualitas sangat nyata terjadi.  Standar mutu pendidikan harus dipenuhi agar jasa pendidikan memberi manfaat yang berkelanjutan bagi pembangunan nasional.  Universitas Widyagama telah memiliki Badan Penjaminan Mutu (BPM) yang menyiapkan konsep, prosedur dan instrumen mutu.  BPM sedang mempersiapkan akreditasi institusi, sebagai syarat mutu dan legalitas kelembagaan.  Sebagaimana diketahui, Surat Edaran Dirjen Dikti No. 194/E.E3/AK/2014 Tanggal 25 Februari 2014, menyatakan bahwa semua perguruan tinggi wajib melaksanakan usulan akreditasi sebelum tanggal 10 Agustus 2014.  Bila tidak maka ijin PT akan dicabut atau dinyatakan illegal.  Lihat naskah pidato lengkap rektor.

Jumlah lulusan yang diwisuda berjumlah 200 orang, terdiri dari lulusan Program Diploma, Sarjana dan Pascasarjana tahun akademik semester gasal 2013/2014.  Diantara lulusan terdapat sepuluh orang yang cumlaude.  Prosesi wisuda berjalan tertib dan ditutup dengan sambutan wisudawan oleh Moh Syauqi, SH, yang merupakan peserta lomba debat konstitusi di tingkat nasional mewakili kampus UWG. Prosesi wisuda diramaikan dengan lantunan lagu yang apik dari Paduan Suara Widyagama, disertai dengan gerak dan tari yang rancak memukau hadirin.

Menandai  Dies Natalis ke 29 ini  disampaikan pidato ilmiah oleh Dr. Sopana, dengan mengambil judul “KEARIFAN LOKAL” DALAM PUSARAN MODERNITAS (Studi Kasus: Partisipasi Masyarakat Suku Tengger Dalam Proses Penganggaran).  Materi pidato diangkat dari hasil studi disertasi, yang mengangkat pendekatan keilmuan akuntansi dari sisi kualitatif.  Pendekatan ini merupakan novelty disertasi dari Dr Sopana, yang merupakan doktor termuda di UWG (lihat naskah pidato ilmiah).  Sopana, pada kesempatan itu juga memperkenalkan tamu khusus yang diundang rektor, yakni Prof. Janek Ratnatunga, dari University of South Australia.  Sopana dan janek telah bersahabat dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal internasional. 

Acara dilanjutkan dengan penyerahan buku Karya Teknologi oleh Ketua LPPM Prof Dr Ir Sukamto, MS kepada Rektor dan Ketua YPPI (Prof Mukthie Fadjar).  Buku tersebut merupakan kumpulan naskah pengabdian masyarakat dosen.  Buku ini mencerminkan kompetensi dosen dalam bidang keilmuan Sipil, Bangunan Air, Mesin, Pengolahan Pangan, Budidaya Pertanian, Pendidikan Usia Dini, Manajemen UMKM dan bidang lain

Ketua YPPI Prof Mukthie Fadjar, dalam sambutannya menyatakan bahwa kampus UWG memiliki pengalaman panjang.  Itu semua dilandasi dari idealisme sejak para pendiri Yayasan hingga dilanjutkan oleh generasi sekarang, untuk memberikan layanan pendidikan terbaik kepada masyarakat.  Alumni UWG terbukti mampu berkiprah dan menunjukkan prestasi yang menonjol.  Meski demikian, seluruh sivitas akademika dan lulusan harus tetap rendah hati untuk menjalankan perannya itu.  (san/pip)

Berita Terbaru UWG