Pada tanggal 25 dan 26 Agustus 2015, Rektor Universitas Widyagama Malang (UWG) melaksanakan kunjungan kerja ke kebun Blawan, PTPN XII, yang berlokasi di kabupaten Bondowoso. Rektor beserta rombongan diterima oleh General Manager (GM) Kebun Blawan Ir. H. Ardi Irianto. Tujuan kunjungan kerja atau study visit tersebut adalah untuk meningkatkan wawasan iptek, terkait dengan budaya kerja, manajemen, disain industri, teknologi pengolahan, dan kepemimpinan.
Rombongan UWG dipimpin oleh Rektor UWG Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS (sekaligus merepresentasikan bidang kepemimpinan/organisasi), Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS (bidang teknologi hasil pertanian), Dr. Sodik MSi (bidang manajemen), Dr. Ir. Rita Hanafie, MP (bidang manajemen agribisnis), Dr. Pumawan D Negara SH., MH (Hukum lingkungan), Candra Aditya, ST., MT (bidang teknik sipil/konstruksi), Dra. Wahju Wulandari, MM (bidang manajemen),  dan Sudiyono, ST., MT (mekanisasi pertanian). Rombongan UWG diterima oleh GM kebun Blawan, dan sinder-sinder (tanaman, pabrik dan AKU), pada tanggal 25 Agustus 2015 malam, bertempat di homestay Catimore, dimana rombongan UWG menginap. Malam hari itu juga Rektor
UWG langsung diajak ke pabrik pengolahan kopi untuk melihat proses pencucian dan sortasi kopi yang baru datang dari kebun. Â Â Siang hari sebelumnya, rombongan UWG, dalam panduan Prof. Sukamto sebagai ketua LPPM, melaksanakan monev internal pengabdian usaha pengolahan tape di Bondowoso.
Dalam tinjauan pabrik itu, rombongan UWG didampingi GM dan para sinder menjelaskan proses pengolahan kopi, tahapan-tahapannya, pengendalian mutu serta potensi sumberdaya lainnya. Kebun Blawan seluas 4.751  hektar dengan komoditas tanaman kopi arabica. Kopi Arabica cocok tumbuh di Blawan, dengan iklim cukup kering dan ketinggian di atas 800 m. Kopi arabica memiliki rasa dan aroma yang khas, yang disukai konsumen atau penikmat kopi khususnya di luar negeri. Harga pasar kopi Arabica lebih dari tiga kali harga kopi robusta. Kopi robusta ini yang sering ditemui di pasaran.
Informasi yang berharga lainnya adalah kedisiplinan menjaga mutu produk. SDM kebun mampu menjalankan standar mutu panen, kebersihan pengolahan, proses fermentasi, hingga proses pengolahan menjadi kopi bubuk. Disain (industri) pabrik seluas sekitar 2 ha sangat efisien, mulai dari pencucian, sortasi, fermentasi untuk penjemuran. Bangunan dari jaman Belanda masih kokoh berdiri dan dimanfaatkan untuk memproses kopi. Disain mencakup proses reuse/recycle kulit buah kopi untuk digunakan sebagai pupuk tanaman, sehingga semua limbah atau sisa produksi termanfaatkan.
Esoknya tanggal 26 Agustus 2015, siang hari, rombongan UWG berdiskusi kembali dengan GM Blawan perihal manajemen dan diversivikasi produk.  Pagi hari sebelumnya, rombongan UWG memanfaatkan waktu dengan mendaki sejauh 3.5 km dan menikmati pemandangan kawah Ijen.  Kelebihan PTPN XII khususnya kebun Blawan adalah memiliki keunggulan komparatif keindahan sumberdaya alam pegunungan. Karena itu, sejak tahun 1990, perusahaan mengembangkan jasa penunjang pariwisata alam atau agrowisata, melalui jasa Catimore homestay. Homestay ini terdiri bangunan induk peninggalan Belanda dan bangunan baru berkapasitas 24 kamar. Homestay ini menjadi tujuan atau transit wisatawan sebelum menjelajahi kawah Ijen dan api biiru (blue fire) yang terkenal itu, dan tempat wisata lainnya. Rencananya, homestay akan dibangun dan dikembangkan untuk mengantisipasi meningkatnya kunjungan wisatawan.
Kebun Blawan juga sudah mengembangkan komoditi jeruk seluas 88 ha.  Jeruk khas Blawan, dikembangkan dari Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropik (Balitjestro), Batu, Jawa Timur. Buahnya rasanya manis dan segar, dengan potensi produksi 30 kg per pohon. Permintaan jeruk Blawan ini cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan supermarket atau toko buah, rata-rata 3 ton per minggu.










