Rektor UWG Teken MoU Dengan IIBF

oleh | Feb 17, 2016 | Berita | 0 Komentar

IMG_6496Hall Widya Graha Kampus II (13/2), Universitas Widyagama Malang kedatangan tamu, bapak Dahlan Iskan (mantan menteri BUMN) dalam acara Talkshow “Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan”. Acara ini diselenggarakan kerjasama antara UWG dengan IIBF (Indonesia Islamic Bussiness Forum), sekaligus dilakukan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) antara UWG dengan IIBF. Selanjutnya dilakukan serah terima naskah MoU antara rektor UWG dengan direktur IIBF. Rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.) IMG_6503dalam sambutannya mengatakan bahwa; kerjasama ini sangat baik bagi sivitas UWG khususnya mahasiswa Universitas Widyagama Malang yang memiliki kompetensi kewirausahaan dibawah koordinasi P2K (Pusat Pengembangan Karir) dan Kewirausahaan yang diketuai oleh Dra. Wiwin Purnomowati, MSi., dengan demikian mahasiswa memiliki wadah untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship / kewirausahaan nantinya setelah lulus. Kami atas nama Universitas Widyagama Malang, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak/ibu/saudara sekalian yang hadir di kampus ini. Kepada bapak Dahlan Iskan, kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangannya di kampus Widyagama Malang ini. Melalui acara semacam ini semoga dapat memotivasi bapak/ibu/saudara para pelaku bisnis di Malang Raya ini, kami ucapkan selamat datang dan sukses.

IMG_6505Setelah acara seremonial penyerahan cindera mata oleh rektor UWG kepada bapak Dahlan Iskan dan direktur IIBF dan foto bersama, langsung dilanjutkan dengan acara talkshow bersama bapak Dahlan Iskan. Suasana di Hall Widya Graha menjadi cair dan suasana pun menjadi hidup, ketika pak Dahlan meminta kepada audien / peserta yang hadir, pengusaha yang pernah bangkrut empat kali untuk maju kedepan untuk berbagi cerita mengapa bangkrut. Para peserta pun mengangkat tangan untuk bisa maju ke panggung bersama bapak Dahlan Iskan, 10 peserta pertama naik keatas panggung dan masing-masing peserta menuturkan kisah kegagalannya kepada audien. Dengan gaya nya yang khas dan santai, mantan menteri BUMN ini mendengarkan dan menjawab apa yang disampaikan oleh masing-masing peserta. Dan kata kuncinya adalah “Bangkrut Itu Penting”, “Jadi Pengusaha Jangan Musyrik”. Tentu saja ungkapan mantan CEO Jawa Pos itu sebagai sebuah tantangan agar para pengusaha tidak gampang menyerah ketika gagal, harus cepat bangkit lagi ketika mengalami kebangkrutan.

IMG_6533Dahlan Iskan menanggapi cerita para audien yang bangkrut tersebut dengan mengatakan; jika Sony (salah seorang peserta) ini beruntung tidak memiliki banyak kegiatan diluar bisnisnya, “Kalau banyak kegiatan, itu “musyrik”. Apalagi jika jadi tim sukses bupati, itu penyakit yang merusak dunia usaha”, ujar Dahlan yang langsung membuat ratusan peserta tertawa. Syarat utama menjadi pengusaha sebenarnya, tiap kali gulung tikar (bangkrut), siap bangun lagi. Penyakit berikutnya yang sering menjadi kebiasaan buruk pengusaha di Indonesia yakni gampang mengikhlaskan. “Harus mentoloan (tega). Kalau harus menagih, ya ditagih. Toh itu uang Anda”, ucapnya kepada salah seorang peserta (Yunan) seorang pengusaha jasa fotografi dan kuliner yang mengalami masalah dalam penagihan hutang ke klien. Itulah sedikit kutipan yang berhasil dihimpun dalam acara “Bincang Bisnis Bersama Dahlan Iskan” kemarin.

Universitas Widyagama Malang yang bekerja sama dengan IIBF (Komunitas Indonesia Islamic Bussiness Forum), mengajak mahasiswa yang mengikuti program kompetensi kewirausahaan di unit P2K diharapkan dapat memanfaatkan peluang emas ini untuk bisa mengembangkan diri sebagai bekal setelah lulus menjadi sarjana yang sukses dan mandiri. (san/pip)

 

 

 

 

Berita Terbaru UWG