Mengkaji Tasawuf bersama KH. MARZUKI MUSTAMAR di UWG

oleh | Mar 10, 2016 | Berita | 0 Komentar

IMG_7820Selasa malam (08/03) di Hall Widya Graha Kampus II Universitas Widyagama Malang berlangsung acara pengajian umum dalam rangka Dies Natalis ke-44 UWG dengan menghadirkan pembicara KH. Marzuki Mustamar dari Malang dan jamaah Majlis Diba’ “Cangkrukan Gusdur” yang disupport dari para santri Pondok Pesantren Sabilurrosyad Gasek Malang.
IMG_7884Acara berlangsung sukses dan lancar dengan dihadiri oleh 500 jamaah dari santri KH. Marzuki Mustamar dan jamaah dari lingkungan sekitar kampus UWG sekitar kelurahan lowokwaru dan para dosen / karyawan UWG. Kegiatan pengajian umum ini oleh KH. Marzuki Mustamar secara rutin dilaksanakan pada setiap hari selasa di masjid Sabilillah Kota Malang, dan pada kesempatan kali ini UWG mengundangnya untuk hadir di Kampus UWG seraya memperingati Dies Natalis ke-44 Universitas Widyagama Malang. Pengajian ini mengajak kepada para jamaah yang hadir, bahwa sebagai umat Islam harus berpikiran positif, tidak mengkotak-kotakan dari osmas agama di dalam Islam (Muhammadiyah maupun Nadhlatul Ulama/NU). Karena sesungguhnya apa yang dikatakan oleh masing-masing pengikut benar dan diyakininya jadi semua tidak ada yang salah, seperti diibaratkan kita hidup dibumi Indonesia “arah atas dimana?, sementara yang dibelahan bumi yang lain juga demikian arah atas tentu bisa kebalikannya dari arah atas nya kita berada”. Sebelum membahas kajian kitab “Shoheh Bukhori Muslim” bapak KH. Marzuki Mustamar, mengajak kepada semua umat Islam untuk tidak saling menyalahkan terhadap tradisi dzikir, tahlil, kirim doa, ziarah kubur, dan lain-lain apalagi mengatakan bid’ah pada sesama muslim. Semua yang ada sekarang ini tentu tidak ada di jaman Rosullullah SAW, jadi tidak benar salah satu kelompok mengatakan bid’ah kepada kelompok islam yang lain. Sebagaimana sahabat Rosullullah SAW (4 orang sahabat) yang satu sama lain memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan syiar Islam, namun tetap berpegang pada Qur’an dan Hadits. (demikian kata KH. Marzuki).
IMG_7899Rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS), dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada para jamaah yang hadir di Widya Graha Kampus II UWG ini, dan mohon maaf jika tempat dan sarana yang kami sediakan kurang memadai. Kepada para jamaah yang hadir, rektor memperkenalkan bahwa Universitas Widyagama Malang ini adalah perguruan tinggi swasta yang memiliki identitas “Keislaman, Keindonesiaan dan Kewirausahaan”, mengapa saya sampaikan demikian; lebih lanjut rektor menjelaskan bahwa biasanya universitas yang memiliki nama “Widya” itu identik dengan universitas milik nasrani (non muslim). Universitas Widyagama Malang, oleh pendiri memiliki arti; “Widya = Ilmu dan Gama = agama”, dan di kampus ini juga tidak menolak mereka mahasiswa yang non muslim, karena sesuai dengan identitas kita adalah Keindonesiaan, artinya semua mahasiswa dari Indonesia Raya ada di Universitas Widyagama Malang ini. Banyak alumni UWG yang tersebar diseluruh Nusantara yang telah berhasil dan sukses. Perlu jamaah ketahui bahwa; UWG ini berdiri sejak tahun 1972, kala itu namanya Akademi Bank Widyagama Malang, kemudian berkembang menjadi sebuah Universitas mulai tahun 1985 sampai sekarang. Demikian yang bisa kami sampaikan kepada para jamaah pengajian umum pada malam hari ini, semoga acara ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua dalam memperdalam ilmu pengetahuan agama Islam kita, terima kasih.
Acara kemudian dilanjutkan dengan acara inti yakni, mengupas kitab Shoheh “Bukhori Muslim” pada bab tentang tata cara / syareat sholat yang benar sesuai rukun dan syaratnya, dilanjutkan pada bab tentang tasawuf “hakekat keberadaan makhluk dan Allah”. Acara berlangsung hingga selesai pukul 23.30 WIB. (san/pip)

Berita Terbaru UWG