Public Relations/PR: Fungsi dan Peranannya

oleh | Apr 11, 2016 | Berita | 0 Komentar

IMG20160409094920Sabtu (9/04) di Aula Gedung A3 Universitas Negeri Malang, Tim Humas (Public Relation/PR) dari Universitas Widyagama Malang mengikuti Pelatihan Sehari tentang “Public Relations Skills and Competencies In The Era MEA” dengan pembicara utama Ibu Maulina Pia Wulandari, S.Sos.,M.Kom., PhD dari Universitas Brawijaya dan Drs. Husnus Djuraid, M.Si dari Malang Post. Tim PR / Humas dari UWG mengirimkan 4 orang yakni Ibu Dr. Ir. SRDm Rita Hanafie, MP., selaku Kepala Humas, Ibu Khojanah Hasan, SE.MM.,Ak.CA., selaku ketua PMB, Sumartono, SP selaku Kasubag Kemahasiswaan dan Santoso,SP selaku Staf Humas. Kegiatan pelatihan PR (Public Relations) atau Kehumasan ini penting bagi instansi baik pemerintah maupun swasta, dimana PR atau Humas memiliki peran penting bagi suatu perusahaan atau instansi pemerintah / swasta.

Ibu Pia, sapaan akrab dari Ibu Maulina Pia Wulandari (pemateri) mengatakan bahwa PR (Public Relations) disebuah perusahaan adalah sebagai ujung tombak sebuah citra / image sebuah perusahaan atau instansi ibarat pembuka pintu utama yang menyambutnya dengan penuh ceria, ramah tamah, exelent, dan sebagai pemberi informasi yang tepat dan professional. Ada 5 basic kemampuan / Skill Public Relations, yakni; 1) Writing, 2) Speaking/verbal communication, 3) Research, 4) Creativity dan 5) Stakeholder engagement. Seorang staf Humas / PR harus memiliki personal qualities sebagai berikut; a. Good Communicator, b. With sense of humour, c. Calm under pressure, d. Creative, e. Organized, f. Willing to learn, g. Curious, h. Warm/approachable/down to earth, i. Confident, j. Focused, k. Practical, l. Energetic, m. Enthusiastic. Staf Humas, harus pandai membuat kata-kata, kritis, membaca situasi terkini, PR harus menjadi sosialita, presentasi harus bagus, cantik, seger, enak dipandang, Begitu menurut ibu Pia Wulandari dalam sebuah presentasinya di depan peserta pelatihan.

Dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa seorang PR (Public Relations) atau Humas, harus memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi, cakap, pandai membaca situasi dan kondisi, mampu membuat suasana menjadi fresh, memberikan informasi dengan lugas dan tegas, memiliki pembawaan yang humouris namun tegas, seorang staf humas adalah bagian dari intelegen pimpinan, jadi harus mampu memberikan informasi yang akurat kepada pimpinan terkait sebuah situasi dan kondisi. Memberikan citra yang menyenangkan kepada setiap tamu yang datang, mampu menahan emosi dalam menghadapi sebuah situasi dihadapan orang banyak.

Public Relations / PR di Negara-negara maju memiliki peran / fungsi manajemen yang lebih tinggi kedudukannya dan mendapatkan posisi manajemen yang strategis. Hal ini dikarena PR adalah merupakan tangan kanan sebuah perusahaan yang mampu memberikan informasi manajemen secara menyeluruh yang disampaikan secara baik dan professional. Peranan PR di Indonesia jika kita amati masih belum berperan secara maksimal sesuai dengan fungsinya, masih sebatas sebagai staf dokumentasi pengarsipan dan protokoler saja. Tentu ini tantangan buat kita selaku pelaku PR (Public Relations) bagaimana kita mampu menjadi yang terdepan dan menjadi partner yang baik bagi pimpinan tempat kita bekerja baik intansi swasta maupun pemerintah.

Humas adalah sebuah seni sekaligus ilmu sosial yang menganalisis berbagai kecendrungan, memperkirakan setiap kemungkinan konsekuensinya , memberi masukan dan saran-saran kepada para pemimpin organisasi, serta menerapkan program-program tindakan yang terencana untuk melayani kebutuhan organisasi dan kepentingan khalayaknya. (The Mexican Statemen, 1978).

Di dalam beberapa bentuk perusahaan, public relations dipandang sebagai daya pendorong yang dapat membantu berbagai bidang yang ada dalam perusahaan tersebut. Hal ini dapat dilihat dari uraian tugas-tugas pokok dari public relations diantaranya :

  1. Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan perusahaan serta tantangan dan peluang yang dimiliki oleh perusahaan yang menaunginya. Banyak hal yang harus diidentifikasi oleh seorang public relations officer mengenai kondisi lingkungan perusahaan termasuk bagaimana mendiagnosis pemikiran masyarakat terhadap perusahaan tersebut.
  2. Merencanakan, melaksanakan serta mengevaluasi berbagai kegiatan perusahaan terutama yang melibatkan pihak luar perusahaan.
  3. Memastikan seluruh personil perusahaan untuk tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mencemarkan nama baik perusahaan.
  4. Memberikan masukan kepada elemen perusahaan mengenai perkembangnan lingkungan intern dan eksternal perusahaan yang dapat mempengaruhi citra perusahaan dimata masyarakat.
  5. Menjadi komunikator yang baik dalam hal memediasi segala sesuatu ketika perusahaan sedang mengalami permasalahan baik internal maupun eksternal.
  6. Membantu bagian-bagian lain dengan menganalisis masalah-masalah komunikasi, menulis dan menerbitkannya, memberikan keterangan baik secara audio visual maupun melalui bentuk media lainnya.
  7. Mengoptimalkan arus informasi yang baik dan berjalan dua arah melalui berbagai media komunikasi yang tersedia. Coulson dan Thomas (1996:20)
Bapak Husnun Djuraid (direktur Malang Post), tengah

Bapak Husnun Djuraid (direktur Malang Post), tengah

Bersamaan dengan gelar acara Pelatihan Kehumasan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang bekerjasama dengan BPC Perhumas Malang Raya, moment silaturahmi antar praktisi humas tersebut dimanfaatkan pula untuk menyelenggarakan pertemuan antar praktisi humas se Malang Raya. Pertemuan ini dilakukan untuk mengadakan musyawarah terkait dengan telah habisnya masa kepengurusan BPC (Badan Pengurus Cabang) Perhumas Malang Raya periode 2012-2016. Meskipun dari 40 anggota yang tercatat dalam kenggotaan BPC Perhumas Malang Raya tidak semuanya dapat hadir, namun dengan berbagai pertimbangan, forum tersebut dianggap memenuhi quorum sehingga disepakati untuk membentuk Tim Formatur yang nantinya bertugas menyusun kepengurusan BPC Perhumas Malang Raya periode 2016-2019.

Dengan musyawarah mufakat, akhirnya terpilih sebagai Tim Formatur adalah Bapak Setiabudi Zakaria (STIKI Malang), Ibu Yuli (ITN), Bapak Syaiful (LIPI Kebun Raya), Ibu Ratna Kristina (Universitas Ma Chung Malang) dan Bapak Ega (Hotel Tugu). Untuk menindaklanjuti pertemuan pada hari itu, akan dilakukan pertemuan kedua pada 13 Mei 2016 di STIKI Malang.

IMG20160409112233Sebagaimana diketahui, BPC Perhumas Malang Raya terbentuk pada tahun 2009 dengan Ketua Umum Dr. Zulkarnain Nasution (sekarang Sekretaris Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Universitas Negeri Malang). Masa kepengurusan kedua (2012-2016) tetap dipercayakan kepada beliau dengan membentuk kepengurusan yang cukup “gemuk” yaitu beranggotakan 54 orang dengan melibatkan berbagai organisasi, dengan harapan 30% pengurus aktif. Karena harapan ini tidak dapat direalisasikan dengan alasan berbagai kesibukan para pengurus, maka dalam sambutannya setelah kepengurusan periode 2012-2016 dinyatakan demisioner, beliau sangat berharap pengurus baru BPC Perhumas Malang Raya ini dapat lebih aktif, sejalan dengan tekad BPP Perhumas untuk memperkuat aspirasi praktisi perhumas kepada pimpinan sampai ke tingkat kementrian. Harapan ini sangat beralasan karena dipandang begitu pentingnya peran humas di sebuah lembaga, namun belum semua lembaga memasukkan humas dalam level manajemen di organisasinya. Secara formal kondisi ini diindikasikan dengan masih terbatasnya keberadaan BPC Perhumas di Indonesia. Sampai saat ini baru terbentuk 32 BPC Perhumas dengan BPP di Jakarta. Rencananya, pada akhir Mei 2016, kepengurusan BPC Perhumas Malang Raya akan dilantik dan disahkan. (san/pip & rita)

Berita Terbaru UWG