Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas Widyagama Malang, kemarin pada Selasa (11/10/2016) bertempat di ruang P2K Kampus II sukses menyelenggarakan “International Guests Lecture” dengan tema “INTERNATIONALIZATION OF HIGHER EDUCATION”, yang diikuti oleh 125 orang dosen di lingkungan Universitas Widyagama Malang. Menurut kepala KUI Universitas Widyagama Malang “Dr. Ana Sopanah, SE.,MSi.,CA.,CMA.,CIBA., kegiatan ini dimaksudkan untuk mengaselerasi program internasional di Universitas Widyagama Malang (UWG).
Menurutnya (Ana Sopanah) bahwa Universitas Widyagama Malang sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Jawa Timur menyadari akan pentingnya internasionalisasi Perguruan Tinggi tersebut. Oleh karena itu untuk merealisasikan program-program internasional di UWG maka keberadaan KUI (Kantor Urusan Internasional) sangatlah penting. Dengan menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional seperti ini juga dimaksudkan untuk menguatkan kapasitas kelembagaan dan SDM yang ada di UWG nantinya.
Rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.) dalam sebuah sambutannya dan dilanjutkan dengan serah terima cindera mata kepada dua orang pembicara, menyampaikan bahwa kehadiran KUI sangatlah strategis dalam menjalankan fungsi-fungsi internasionalisasi di Universitas Widyagama Malang. Seperti yang diselenggarakan oleh KUI yang di ketuai oleh ibu Dr. Ana Sopanah ini dengan menghadirkan dosen tamu dari UTM Malaysia dan UNISMUH Makasar diharapkan dapat memotivasi bapak/ibu dosen UWG untuk mengembangkan diri sesuai kompetensinya di dunia internasional. Melalui sharing informasi dari nara sumber dosen tamu ini diharapkan bisa membuka wawasan kita untuk memajukan lembaga ini (UWG) menjadi perguruan tinggi yang dikenal di dunia internasional, mempublikasikan karya-karya ilmiah sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas di dunia secara internasional. Tentu melalui hubungan internasional ini, lembaga KUI diharapkan mendapat support / dukungan dari semua komponen di UWG dalam menginternasionlisasikan lembaga ini secara baik dan terintegrasi.
Usai memberikan sambutannya, bapak rektor menyerahkan cindera mata kepada bapak Associate Prof. Dr. Zaenal Abidin dari Universiti Teknologi Malaysia dan bapak Erwin Akib, Ph.D., dari Universitas Muhammadiyah Makasar (UNISMUH).
Selanjutnya kata Erwin dalam sebuah presentasinya menyampaikan bahwa untuk melakukan kolaborasi internasional, komitmen pimpinan perguruan tinggi sangatlah penting sehingga visi, misi perguruan tinggi dapat tercapai. Selain SDM perguruan tinggi juga harus siap menerima tantangan globalisasi yang menuntut kemampuan soft skill dan hard skill. (kata Erwin).
Sementara dari pembicara kedua yakni bapak Prof. Zaenal Abidin menyampaikan bahwa salah satu indicator Perguruan Tinggi itu akredibel adalah ketika jumlah publikasi internasional yang dimilikinya cukup banyak dan berhasil dikutip oleh penulis lain (di sitasi).
Bagaimana sebuah jurnal internasional dapat ter index scopus dan ter sitasi, tentu diperlukan kesungguhan kita dalam menulis dan mengerti jalur-jalur media yang digunakan dalam pengiriman artikel / jurnal dalam publikasinya. Sebuah pengalaman banyak dari kita yang karena kurangnya pengetahuan dan pengalaman sehingga tulisan kita tidak dapat ter index apalagi berhasil disitasi, tentu diperlukan latihan dan berkolaborasi dengan pihak publisher agar tulisan kita mempunyai bobot / nilai ilmiah yang kuat. Seperti dicontohkan di Malaysia yakni di UTM, untuk meraih gelar professor dibutuhkan lebih dari 10 jurnal internasional yang terpublikasi dan terindex scopus dan banyak disitasi, ini menjadi tantangan bagi kita sebagai dosen.
Semakin banyak SDM di sebuah perguruan tinggi yang mempublish jurnal internasionalnya secara tidak langsung akan berpengaruh pada kualitas perguruan tinggi tersebut. (demikian kata Zaenal).(san/pip)



