REKTOR UWG SERAHKAN PERPUSTAKAAN RAKYAT UNTUK KAMPUNG BUDAYA POLOWIJEN

oleh | Jun 10, 2017 | Berita | 0 Komentar

Malang (10/6/2017), Sabtu siang itu panas tidak begitu terik meskipun jarum jam sudah hampir berhimpit di angka 12, ketika Rektor Universitas Widyagama Malang, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS menyerahkan Gazebo Perpustakaan berisi 1.135 buku, yang disimboliskan dengan penyerahan papan nama perpustakaan, kepada Isa Wahyudi, penggagas berdirinya Kampung Budaya Polowijen.

Adalah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Akuntansi Fakultas Ekonomi UWG yang berinisiasi mengumpulkan buku-buku layak baca dalam Gerakan 1000 Buku untuk melengkapi fasilitas di Kampung Budaya Polowijen yang beberapa waktu lalu diresmikan oleh Walikota Malang, H. Moh. Anton. Inisiasi ini muncul manakala pada kegiatan Kuliah Lapang yang berlangsung sehari penuh mereka berinteraksi dengan masyarakat setempat dan menyimpulkan bahwa minat baca masyarakat cukup tinggi namun sarana dan prasarana untuk itu sangat terbatas. Dari sinilah kemudian lahir gagasan Gerakan 1000 Buku. “Buku adalah jendela dunia dan membaca adalah kunci pembukanya. Ini yang ingin kami sosialisasikan melalui G1000B ini,” ujar sang ketua HMJ.

Gerakan ini langsung didukung oleh Rektor UWG. Dukungan ini juga banyak berasal dari kalangan eksternal.

Sang penggagas KBP (Kampung Budaya Polowijen), Isa Wahyudi, dalam sambutannya berharap bahwa apa yang sudah dimulai oleh masyarakat ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Malang, agar generasi muda Kota Malang kenal budaya aslinya, tertarik dan kemudian tergerak untuk ikut melestarikannya.

“Ke depan kami berharap KBP ini menjadi salah satu destinasi wisata budaya di Kota Malang. Untuk mendukung harapan itu penduduk setempat dapat mulai berpikir untuk  menyediakan home stay. Juga melatih para pemudanya untuk menjadi pemandu wisata. Banyak yang bisa dikenalkan kepada masyarakat dari KBP ini, ada Situs Kendedes, ada Makam Pematung Asli Kota Malang, belajar tari, membatik dan juga membuat topeng malangan. Tentunya perpustakaan ini harus dilengkapi buku-buku yang terkait dengan itu. Bila KBP ini dikelola dengan profesional, sangatvmungkin pendapatan masyarakat akan ikut meningkat,” demikian bagian dari sambutan pakar ekowisata Kampus Inovasi ini.

Drs. H. Sutiaji, Wakil Walikota Malang yang hari itu didaulat untuk meresmikan perpustakaan ini dalam sambutannya menyampaikan bahwa beliau sudah punya program untuk mendirikan Kampung Arema. “Arema tidak hanya identik dengan sepak bola. Arema adalah karakter Malang Raya. Ini menjadi bagian dari komoditas yang kedepannya akan punya nilai jual tinggi. Di Kampung Arema ini, ditampilkan pula miniatur-miniatur kampung-kampung yang sudah ada, misalnya Kampung Tridi, Kampung Warna-warni dan lain-lain, sehingga wisatawan dapat merancang program kunjungannya di Kota Malang,” demikian Sutiaji.

Acara peresmian perpustakaan ini diisi pula dengan hiburan beberapa tari yang disuguhkan oleh anak-anak KBP dengan pelatih tari yang juga asli warga Polowhijen. Rangkaian acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata oleh Isa Wahyudi kepada Wawali Kota Malang, Rektor UWG dan Ketua IAI Komda Malang (san/pip/red:rita).

Berita Terbaru UWG