Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tahun 2018 Universitas Widyagama Malang berakhir sudah. Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan ini ditutup secara resmi oleh Wakil Rektor I UWG, Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS, pada Sabtu 10 Pebruari 2018, bertempat di Balai Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UWG, Candra Aditya, ST, MT dalam laporannya menyampaikan bahwa mahasiswa kelas karyawan yang melakukan kegiatan KPM kali ini ditempatkan di dua desa, yaitu Desa Watugede Kecamatan Singosari Kabupaten Malang dan Desa Pandanrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. “Tema KPM ini adalah Pengembangan Kelompok Masyarakat untuk Peningjatan Produksi. 98 orang mahasiswa telah mampu menginisiasi masyarakat untuk lebih mengeksplore kemampuan dirinya dengan meningkatkan dan menyempurnakan kegiatan yang sudah dilakukan, terutama memanfaatkan semua potensi yang sudah ada di lokasi, baik potensi sumberdaya alam maupun potensi sumberdaya manusianya,” demikian antara lain ungkapan Candra Aditya. Beberapa program yang berhasil dibuat oleh para peserta KPM diantaranya adalah penyempurnaan mesin pemecah kedelai bagi pengrajin tempe di Desa Watugede dan pembuatan Green House Strowberry di Desa Pandanrejo. Masih banyak lagi program KPM yang secara garis besar dielompokkan menjadi bidang produksi, bidang sarana dan prasarana, bidang lingkungan dan bidang pendidikan, agama dan sosial.
Kepala Desa Watugede, Slamet Mulyono, yang hadir pada acara penutupan tersebut menyampaikan rasa terimakasih atas penghormatan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai tempat KPM UWG kali ini. “Saya yakin, kehadiran mahasiswa KPM UWG ini mampu memberikan manfaat dan nilai tambah bagi peningkatan ilmu dan ekonomi masyarakat Desa Watugede”. Ditambahkan pula: “Suguh, gupuh dan lungguh masyarakat Desa Watugede yang khas mohon dimaknai sebagai bagian dari kekayaan budaya tanah air”. Disampaikan pula oleh Kepala Desa Watugede, bahwa wilayah tersebut memiliki sebuah situs berupa petirtaan yang konon katanya adalah padusan (tempat mandi) Putri Kendedes. “Mandi di petirtaan tersebut diyakini akan membuat para perempuan awet muda,” imbuhnya.
Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga Watugede dan Pandanrejo, atas segala penerimaan terhadap para peserta KPM sekaligus permohonan maaf atas segala ulah dan khilaf para mahasiswa. Warek I UWG tersebut juga berharap semua program yang diinisiasi oleh para mahasiswa dapat bermanfaat dan dilanjutkan demi peningkatan produktifitas. Tak lupa pula dipesankan untuk tetap menjalin silaturahmi dengan masyarakat. “Dan yang terakhir, semua program yang merupakan inovasi harus didokumentasikan dalam bentuk Buku Teknologi Tepat Guna. Ini tidak saja bermanfaat untuk desa, tapi juga bermanfaat untuk institusi UWG. Lebih dari itu, dokumentasi yang rapi akan menjadi bagian dari sejarah pengabdian lembaga ini kepada masyarakat”.
Di akhir acara, seluruh produk karya mahasiswa secara resmi diserahkan kepada masyarakat setempat. Rangkaian acara penutupan KPM tersebut dimeriahkan pula dengan gelar produk peserta KPM, baik yang murni maupun yang bersinergi dengan kelompok masyarakat yang ada. (san/pip/red:rh)



