Festival Fanart yang digagas oleh HIMATEP (Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian) FP UWG selesai digelar hari ini, Sabtu 31 Maret 2018, di Hall Widyagraha Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang.
Pada laporan kegiatannya, Achmad Firdaus Abdillah, ketua panitia, menyampaikan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk mengajak para generasi muda untuk melakukan diversifikasi pangan dengan mengangkat labu kuning yang memiliki nilai gizi cukup tinggi sebagai antioksidan. “Seni juga menjadi bagian tak terpisahkan dari penyajian sebuah makanan agar menarik untuk dikonsumsi. Disisi lain, seni, khususnya dance, juga menjadi bagian dari aktivitas generasi muda jaman now, yang juga patut diapresiasi. Kami menyatukan dua hal ini dalam sebuah kegiatan bertajuk Food and Art,” imbuh Dilla.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor UWG, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS. Iwan berharap kegiatan ini menjadi agenda tetap tahunan Himatep, dengan perbaikan kualitas penyelenggaraan dari waktu ke waktu sehingga kuantitas partisipan yang terlibat dan dilibatkan semakin bertambah. “Ini adalah lahan pembelajaran berorganisasi dalam bentuk yang riil,” tambah rektor yang juga dosen FP UWG ini.
Festival Food and Art ini diisi dengan beberapa lomba yaitu Kreasi kudapan berbahan dasar labu kuning antar SMA/SMK se Malang Raya, Dance Cover Competition, dan Selfie Contest. Lomba kreasi kudapan diikuti oleh 37 tim yang kemudian memilih 10 finalis dan Dance Cover Competition diikuti oleh 9 dance group.
Melalui penampilan yang dibatasi waktu 10 menit, sembilan tim unjuk kebolehan dihadapan dua juri yaitu Grandiest dari Xspartan Dance Cover dan Hana. Melalui beberapa point penilaian akhirnya tim juri memutuskan Holy Marvel, dance cover yang beranggotakan para pemuda ganteng yang tampil di urutan terakhir ini sebagai juara pertama dan dance cover yang berkostum kuning-hitam Hypster Money sebagai juara kedua. Hadiah berupa trophy, sertifikat dan dana pembinaan disampaikan oleh Wakil Dekan FP UWG, Ir. Suprihana, MP.
Disamping performance secara utuh, juri juga memberikan tiga penilaian lain yaitu best costum, best make up dan popular vote kepada para peserta. Hasilnya, Best Costum diraih oleh Dazzling Divas sementara Best Make Up dan Popular Vote diraih oleh Twine. Hadiah berupa trophy, sertifikat dan dana pembinaan disampaikan oleh Ketua Panitia, Achmad Firdaus Abdillah.
Salah seorang anggota panitia yang sempat dihubungi penulis, Roland F Tipo, mahasiswa semester VI, merasa lega dan bangga atas terlaksananya kegiatan yang mampu menghadirkan lebih dari 400 orang penonton dari berbagai kalangan ini. “Kerja keras kami mempersiapkan acara ini serasa terbayar lunas,” kata pemuda yang terlihat pendiam ini.
Acara yang dimeriahkan juga dengan bazaar dari mitra kerja dan umum ini berakhir dengan membawa kenangan dan kepuasan bagi seluruh partisipan. (san/pip/red:rh)



