ADOPSI POLA PITSTOP, RASIH RAIH DANA HIBAH KBMI 2018

oleh | Jun 12, 2018 | Berita | 0 Komentar

Di kota besar, bersepeda menjadi tren karena ramah lingkungan, efisien dan ekonomis. Metode express maintenance service sudah ada untuk kategori sepeda motor, tetapi belum untuk sepeda konvensional.

Melalui survei yang dilakukan dengan hasil bahwa 61.8% pelanggan Permana Bike, bisnis online shop yang ditekuni ini adalah karyawan, Rasih Setiasih, mahasiswa semester 4 Program Studi Manajemen FE UWG ini tertantang untuk mengikuti Program Kompetensi Bisnis Mahasiswa Indonesia (KBMI).

Kalau beberapa tahun belakangan ini bisnis sepeda motor mengalami booming yang bukan main, Rasih berpikir bahwa bisnis sepeda konvensional (pancal, onthel) juga memiliki prospek jangka panjang yang cukup menarik. Itulah sebabnya mahasiswi kelas karyawan Kampus Inovasi Universitas Widyagama ini mulai membangun bisnis online penjualan sepeda “Permana Bike”, bekerja sama dengan partnernya Body Surya Permana pada akhir tahun 2016.

Ketertarikannya mengusulkan proposal KBMI ini didasari pada pemikiran bahwa bisnis sepeda konvensional ini akan berdampak pada pengembangan ekonomi bila dikelola secara modern dan profesional. Dengan menggandeng 4 orang temannya, disusunlah sebuah proposal dengan judul Bike Shop Penjualan, Service dan Suku Cadang dengan Express Maintenance 1 Hour Service. Pola pitstop pada lomba balap motor menjadi inspirasi nona cantik asal Tasikmalaya ini. Tujuan yang ingin dicapai adalah membuat inovasi pelayanan service sepeda dengan keunggulan pada kecepatan dan efisiensi waktu.

Dra. Dharmayanti Pri Handini, MM. (Kaprodi Manajemen)

Ketua Program Studi Manajemen, Dra. Dharmayanti Pri Handini, MM, menyatakan kebanggaannya kepada mahasiswanya yang satu ini. “Di tengah kesibukannya bekerja dan kuliah, dia tetap semangat berkompetisi dengan para mahasiswa murni di program KBMI. Alhamdulillah proposalnya kemudian menjadi satu-satunya yang lolos didanai Kemristek Dikti dari Kampus Inovasi ini. Saya akan terus mengawal realisasi pelaksanaan kegiatan ini,” demikian jelas Yanti yang juga adalah dosen pembimbing kegiatan ini.

Anak sulung dari empat bersaudara putri pasangan Engkus dan Sobariah ini berharap melalui program KBMI, bisnis yang mulai ditekuni ini dapat dikenal secara nasional, bahkan ada mimpi dapat menjadi distributor resmi sepeda produk lokal sebagaimana yang berlaku untuk sepeda produk impor. (san/pip/red:rh)

Berita Terbaru UWG