UWG BERBURU SISWA BERPRESTASI UNTUK TINGKATKAN KUALITAS DIRI

oleh | Jul 30, 2018 | Berita | 0 Komentar

Ditengah maraknya persaingan di segala bidang oleh seluruh pelaku usaha, Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang terus berbenah diri agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Setelah memulai pembangunan Gedung Laboratoria Terpadu di Kampus lll pada tahun 2017 yang lalu, maka pertengahan tahun 2018 ini dimulai pula pengembangan gedung utama Kampus ll, dari tiga lantai menjadi lima lantai.

Upaya face off kampus ini juga bertujuan untuk memberikan kenyamanan yang optimal kepada seluruh komponen yang ada di dalam lembaga pendidikan tinggi dibawah naungan Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Widyagama Malang ini, mulai dari dosen, karyawan, mahasiswa dan alumninya. Pengembangan gedung Kampus ll ini nantinya juga akan menambah fasilitas pada unit bisnis kampus sebagai upaya untuk mendapatkan income generating sebagai penunjang eksistensi lembaga ini. Pada lantai lima akan dibangun sebuah ruang pertemuan berkapasitas 1.000 orang, melengkapi ruang pertemuan sebelumnya yang hanya berkapasitas 300 orang (Auditorium Kampus lll) dan 500 orang (Hall Widya Graha Kampus ll).

Seiring dengan upaya-upaya peningkatan fasilitas pembelajaran, sebagai bagian dari wadah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, kampus yang juga dikenal dengan tekad Go to Research and Entrepreneurship University ini terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan kualitas lulusan agar alumninya mampu bersaing dan bersanding dengan lulusan perguruan tinggi lain, baik swasta maupun negeri. Untuk mendukung pencapaian ini maka pada tahun akademik 2018/2019 ini Universitas Widyagama Malang gencar melakukan sosialisasi sekaligus berburu siswa berprestasi untuk dididik menjadi sarjana-sarjana yang berkompetensi unggul dan berdaya saing.

Dasar buruan prestasi ini dapat berupa prestasi akademik lokal (nilai rapot), prestasi akademik nasional (nilai ujian nasional), prestasi olahraga, seni dan budaya atau ketrampilan lain dibidang agama yaitu hafidz Qur’an. Para siswa berprestasi terpilih ini akan disediakan beasiswa bebas SPP selama dua semester. Dengan satu persayaratan lagi, yaitu mampu menunjukkan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) dari pemerintah setempat, para siswa berprestasi ini dapat diusulkan untuk menerima beasiswa Unggul Mulia atau Beasiswa Bidik Misi, yang membebaskan biaya pendidikan selama delapan semester atau empat tahun.

Wakil Rektor bidang akademik Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS menyampaikan bahwa banyak generasi muda berprestasi yang harus puas dengan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) saja karena ketidakmampuan ekonomi kedua orangtuanya. “Ini sangat disayangkan dan tidak boleh terus terjadi. Aset bangsa ini harus diberikan fasilitas yang sebanding dengan yang diterima oleh rekan-rekannya. Inilah salah satu dasar pertimbangan UWG memberikan beasiswa kepada para mahasiswanya”.

Untuk melengkapi proses peningkatan pelayanan kepada masyarakat ini, secara akademik lembaga pendidikan tinggi dibawah kepemimpinan Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS ini terus menjalin kerjasama dengan berbagai kalangan. Salah satu kerjasama yang telah dirintis adalah memulai go internasional bermitra dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia.

Isi MoU yang ditandatangani pada acara Asia TVET Experts Forum (ATEF) 2018 di Batu Pahat Malaysia beberapa waktu kemarin salah satunya adalah Students Exchange.
Para pihak yang saling ber-MoU ini diwakili oleh Rektor UWG Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS dan Prof. Dr. Wahid Razzali, Vice Chancellor UTHM.

Melalui seleksi ketat, terpilih delapan mahasiswa Fakultas Teknik yang akan mengawali kegiatan Students Exchange pada semester gasal tahun akademik 2018-2019 ini. Mereka adalah Citra Andriani, Siti Nur Arofah, Sarah Fahira Adriati, Hamidah Nurul Fatah, M Safaat Surya, Regina Berliane Febe Hasaen, Rizaldin Darajat dan Rafiko Yahya.

Internasionalisasi kampus ini juga dilakukan melalui kinerja Konsorsium Kantor Urusan Internasional (KKUI) dimana UWG menjadi salah satu anggotanya, dengan mendatangkan 90 mahasiswa asing dari 20 negara ke Malang Raya dalam sebuah kegiatan yang bertitel Design Thinking Camp 2018. DT Camp ini bertujuan untuk mengenalkan Malang Raya sebagai Kota Destinasi Wisata.

Pada kegiatan yang mendapatkan hibah PKKUI Kemenristek Dikti Tahun 2018 ini UWG dan enam PTS/PTN lain memang baru berperan sebagai pendukung kegiatan, akan tetapi pengalaman ini akan menjadi sangat berharga dalam proses internasionalisasi perguruan tinggi di masa yang akan datang, yang merupakan satu keharusan yang tidak lagi dapat ditawar. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG