CQ (Creativity Quotion) adalah salah satu aspek penting agar kita mampu bertahan pada era persaingan yang semakin kompleks ini. Kampus Inovasi Universitas Widyagama (UWG) Malang terus melakukan perburuan aspek ini ke berbagai komponen, internal maupun eksternal, untuk dibantu mewujudkan dan meningkatkannya.
Jika kita memasuki Kecamatan Karangploso, salah satu kesan yang bisa dirasakan adalah kreatifitas warganya yang patut diacungi jempol. Banyak sekali ditemui hasil kreasi dari warga baik berupa kerajinan maupun makanan yang pada akhirnya menjadi mata pencaharian.
Salah satu kreatifitas mereka adalah produk olahan aneka abon. Inilah yang menjadi target Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dua srikandi Fakultas Teknik UWG, Fitri Marisa, SKom, MPd dan Chauliah Fatma Putri, ST, SE, MT. Dua UKM industri abon yang digandeng dalam program ini adalah UKM Abon Bunda milik Dewi dengan produk abon lele, abon ayam, dan abon tuna, dan UKM Abon Queely milik Ida dengan produk abon dari daging kelinci.
Meskipun sudah cukup lama berkiprah, secara teknik kedua UKM ini memiliki permasalahan yang sama mulai dari sisi produksi, manajemen keuangan dan pemasaran. Melalui program hibah Kemenristek Dikti Tahun 2018 ini, Fitri, sang ketua, mencoba untuk membantu menyelesaikan permasalahan kedua mitra tersebut dengan pendekatan teknologi terapan.
Fitri dan Ully, demikian Chauliah biasa dipanggil, memanfaatkan kegiatan ini sebagai upaya memberikan sumbangsih terhadap upaya mencari solusi permasalahan UKM di Indonesia khususnya UKM aneka abon di Karangploso Malang.
Melalui program ini. Tim PKM memperkenalkan teknologi mesin peniris minyak yang langsung dapat diterapkan oleh mitra, sebagai salah satu upaya mengatasi permasalahan terbatasnya peralatan produksi. Mesin peniris minyak ini dibuat dengan kapasitas 5 kg sehingga dapat membantu efisiensi proses produksi yang semula mitra hanya menggunakan mesin peniris dengan kapasitas 2 kg. Mesin peniris ini juga dirancang dengan dinamo berada disamping sehingga secara aspek ergonomik sangat baik untuk menghindari melubernya minyak yang masuk ke dalam dinamo sehingga tidak menyebabkan korsleting listrik.
Sumbangsih lain yang diberikan oleh Tim PKM UWG ini adalah aplikasi keuangan berbasis komputer. Aplikasi ini dibangun berdasarkan permasalahan mitra di bagian manajemen keuangan yang selama ini dicatat secara manual dan hanya memperhitungkan berapa dana yang keluar dan berapa dana yang masuk. Kekurangan model pencatatan seperti ini adalah pemilik UKM tidak mengetahui berapa laba/rugi yang dihasilkan, berapa omzet dalam periode waktu tertentu dan juga tumpang tindih dengan keuangan pribadi. Dengan aplikasi keuangan berbasis komputer telah menggunakan pencatatan dengan sistem buku besar dicatat dan diolah secara sistematis dalam program komputer sehingga UKM dapat melihat laba rugi, piutang, omzet, maupun prediksi jumlah produksi.
Tidak cukup sampai disini, Fitri dan Ully juga merancangkan web pemasaran dan penjualan abon secara online. Teknologi ini berupa website / E-Commerce aneka abon. Aplikasi ini dibangun berdasarkan permasalahan pemasaran produk abon yang masih sangat terbatas. Dengan adanya website ini diharapkan produk abon dikenal masyarakat luas dan dapat membeli abon dari tempat yang jauh.
Tim ini berharap agar teknologi yang telah dibangun ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh kedua mitra dan untuk kemajuan UKM secara umum di Indonesia. (san/pip/red:rh)



