IWAN NUGROHO: POLITIK ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN PARA REMAJA

oleh | Des 17, 2018 | Berita | 0 Komentar

Demikian antara lain motivasi yang disampaikan oleh Rektor Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS pada acara talkshow tadi pagi, Senin 17 Desember 2018 di Auditorium Kampus lll UWG. Iwan juga berpesan kepada para peserta yang terdiri dari mahasiswa UWG dan perwakilan pelajar SMA/SMK di sekitar Jalan Borobudur Kota Malang untuk tidak melewatkan moment lima tahunan tersebut. “Kelompok milenial ini sangat signifikan untuk menentukan siapa pemimpin negeri ini lima tahun mendatang,” demikian imbuhnya pada acara yang bertajuk Memilih itu Juara, dengan tema Pemilih Cerdas untuk Pemilu yang Berintegritas.

Kerjasama antara Kampus Inovasi UWG dan RRI Kota Malang ini juga dimeriahkan oleh penampilan budaya berupa tarian dan nyanyian. Dua tarian dari NTT dan Dayak ditampilkan secara menarik oleh mahasiswa UWG, sementara dari seni suara, Kelompok Akustik FH UWG tampil bergantian dengan Yohana, penyanyi difabel jebolan X Factors dan Tiga Tuan. Acara menjadi benar-benar hidup karena panduan dari dua pembawa acara dari RRI Kota Malang.

Hasto Kuncoro, SH, Dewan Pengawas RRl sebagai pembuka diskusi mengingatkan kepada para peserta yang rata-rata adalah pemilih milenial ini akan tiga hal berkenaan dengan calon yang akan dipilih, yaitu kenali rekam jejaknya, kenali visi misinya dan catat janjinya.

Disamping Rektor UWG, dan Dewan Pengawas RRl, talkshow terkait dengan Pemilu yang disiarkan live secara nasional oleh RRI Malang tersebut juga menghadirkan nara sumber lain yaitu Fadjar Santoso (Komisariat KPU) dan Alim Mustofa (Ketua Bawaslu Kota Malang). Keempat narasumber ini tampil secara paralel.

Fadjar Santoso menjelaskan bahwa pada saatnya nanti para mahasiswa tidak perlu pulang kampung halaman untuk melakukan pencoblosan karena ada aturan yang memungkinkan mereka dapat memilih di perantauan. “Hanya memang ada aturan yang membatasi, bahwa yang dapat dipilih oleh para perantau hanyalah presiden. Mekanisme pemilihan wakil rakyat yang berbasis dapil, membatasi kemerdekaan pemilih perantau, ” jelasnya lebih lanjut. Sementara itu Alim Mustofa yang diberikan kesempatan terakhir untuk memberikan penjelasan menyampaikan bahwa masyarakat memiliki tanggungjawab untuk ikut mengawasi jalannya pesta demokrasi ini. “Bukan hanya prosesnya, tetapi apa yang dilakukan oleh para calon juga harus diawasi agar tidak melanggar ketentuan-ketentuan yang ada”.

Setelah talkshow selesai acara dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerjasama antara UWG, KPU, dan BAWASLU dengan RRI Kota Malang.

Acara live RRI tersebut menjadi semakin meriah, bukan hanya karena makin siang peserta makin banyak, tetapi acara tambahan yang telah disiapkan menjadi faktor utamanya. Disamping hiburan tari dan nyanyi, kepada seluruh peserta juga disiapkan hadiah menarik melalui game-game ringan yang dilontarkan oleh Mas Arga Saputra, pembawa acara. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG