Gempa Bumi berkekuatan 6,1 SR yang menimpa Malang Selatan memang sudah berlalu, namun akibat yang ditimbulkannya sampai saat ini masih dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Malang tersebut. Tidak hanya berakibat pada rusaknya bangunan rumah, tetapi beberapa fasilitas umum juga mengalami kerusakan yang cukup parah. Kesedihan masyarakat dan keprihatinan pemerintah menjadi bertambah mengingat saat terjadinya gempa persis sehari menjelang Bulan Puasa Ramadan dan kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda yang sangat tidak memungkinkan warga yang rumahnya hancur harus tinggal di pengungsian yang biasanya kondisinya sangat jauh dari protokol kesehatan yang masih harus diketatkan saat ini.
Yang membuat Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Komisariat IV Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam program baksi sosial peduli Malang Selatan ini adalah bahwa semua PTS di Kota Malang pasti memiliki mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Malang. Dibawah pimpinan Ketua APTISI Komisariat IV Wilayah VII, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE, MM, Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang beserta sepuluh PTS bergandeng tangan mewujudkan kepeduliannya.
Bantuan berupa 225 pax bingkisan berisi sembako, masker dan hand sanitizer Senin 3 Mei 2021 diserahkan secara simbolis di Pendopo Kabupaten Malang. Dalam sambutan maksud dan tujuannya, Dyah menyampaikan rasa simpati dan keprihatinannya atas musibah yang dialami oleh masyarakat Malang Selatan. “Kami titipkan rasa simpati ini kepada pemerintah daerah karena kami menganggap pemerintah daerahlah yang paling tahu bagaimana kondisi masyarakatnya. Kami titipkan pesan juga, bahwa kami mewakili seluruh pimpinan PTS yang hadir pada siang ini siap membantu pendidikan warga terdampak gempa di kampus kami masing-masing,” demikian sambutan singkat Dyah.
Dr. Ir. Wahyu Hidayat, MM, Sekretaris Daerah Kabupaten Malang yang saat itu mewakili Bupati Malang menyampaikan penghargaan atas rasa simpati yang diberikan oleh para pimpinan PTS yang siang itu menyempatkan hadir di Ruang Anusapati Pendopo Kabupaten Malang. Membacakan sambutan Drs. H Sanusia, MM, disampaikan oleh Wahyu semoga dedikasi APTISI ini bermanfaat nyata bagi para korban bencana gempa bumi ini.
Rektor UWG Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT yang saat itu berkenan hadir langsung dengan didampingi oleh Wakil Rektor III Dr. Ir. SRDm Rita Hanafie, MP menyampaikan alasan kenapa lembaga pendidikan tinggi yang dipimpinnya tergerak ikut dalam gerakan sosial ini. “Ini adalah bagian dari perhatian kami kepada masyarakat, khususnya masyarakat Malang Selatan yang telah ikut membesarkan kampus kami dengan mengirimkan generasi mudanya kuliah di kampus kami. Beberapa mahasiswa kami juga menjadi korban atas bencana alam ini. Secara kelembagaan, beberapa komponen dari kami telah mendahului bergerak langsung ke lokasi bencana untuk menyerahkan bantuan, baik dalam bentuk sembako, juga dalam bentuk bahan-bahan bangunan untuk memperbaiki rumah-rumah yang rusak. Tentunya kami berharap, mahasiswa kami, juga para mahasiswa lainnya dari PTS yang saat ini bergabung dengan Gerakan APTISI Peduli ini dapat segera bangkit dan melanjutkan aktifitas kuliahnya, meskipun proses pembelajaran masih harus tetap dilaksanakan secara daring,” demikian Agus Tugas.
Setelah acara formal penyerahan secara simbolis bingkisan oleh Ketua APTISI kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, rangkaian acara ditutup dengan foto bersama. Dua ratus dua puluh lima paket bingkisan segera diluncurkan ke posko bencana yang berada di area Stadion Kanjuruhan Malang dan diterima langsung oleh Kepala BPBD Kabupaten Malang yang juga hadir pada pertemuan siang hari itu. (san/pip/red:rh)



