Hall Widya Graha, (04/06/16) berlangsung acara Wiga Entrepreneur Fast 16 Seminar dengan tema “Personal Capacity Become Entrepreneur” dengan menghadirkan 3 orang narasumber (entrepreneur success) yakni: 1) bapak Iqbal Saladin Harahap (Owner Lanange Jagat Photography), 2) Andy Widagdo, SE.MM (Owner Ayam Goreng Nelongso), dan 3) Sarbini dari Asosisasi Manager Indonesia. Acara Wiga Entrepreneur Fast 16 yang digagas oleh HMJ Manajemen bekerja sama dengan pegiat UKM di kota Malang. Bincang bisnis ini cukup menarik perhatian peserta yang hadir, yang didominasi dari para pengusaha UKM dengan berbagai pengalamannya selama mengelola sebuah bisnis kecil hingga menengah. Seperti yang disampaikan oleh owner restorant “Ayam Nelongso” di kota malang, beliau adalah bapak Andy Widagdo yang memiliki background pendidikan Magister Manajemen, menceritakan bagaimana suka duka nya memulai sebuah usaha. Usaha makanan yang dirintisnya telah mengalami jatuh bangun dan bahkan pernah bangkrut, namun dengan semangat dan kegigihannya terus berinovasi membuat sebuah kuliner yang dapat menarik perhatian pelanggannya selain cita rasanya. Sampai akhirnya saya (pak Andy) memilih nama / brand usaha kuliner nya dengan nama “Ayam Nelongso”, kenapa dengan nama itu, tentu ada alasannya; saya ingin mengajak pelanggan saya menikmati kuliner ayam goreng yang lezat dan pelanggan saya akan kembali dan kembali lagi ke restoran kami. (begitu kata pak Andy).
Dari situ dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa, memberikan nama / brand itu penting, untuk mudah diingat oleh pelanggan dan menjadi trand kuliner yang mendunia. Namun demikian perlu diperhatikan juga hal-hal yang menyangkut mutu / kualitas dari apa yang kita sajikan. Ayam Nelongso, dari kata saja membuat orang / pelanggan penasaran, apa sih…., dari situ pelanggan tertarik dan berusaha mencicipi kuliner ayam nelongso, yakni sajian kuliner ayam goreng yang sangat sedikit, cukup untuk satu orang dan bisa kurang. Pelanggan biasanya memesan kuliner yang lebih selain ayam nelongso, setelah menikmati rasanya yang luar biasa. Begitu hingga sekarang Alhamdulillah resto kami selalu dipenuhi dengan pelanggan setia yang menikmati ayam goreng nelongso. Artinya bahwa perlu sentuan seni manajemen dalam sebuah pengelolaan usaha baik kuliner maupun usaha yang lainnya, sebagaimana iklan sebuah produk yang dapat diingat dengan mudah oleh pelanggannya.
Sementara narasumber kedua yakni bapak Iqbal Saladin Harahap, pemilik “Lanange Jagat Photography”, juga demikian mengapa diberi nama “Lanange Jagat”, ini juga untuk menarik perhatian pelanggan. Pertama pelanggan akan penasaran, apa dan bagaimana hasil dari jepretan dari sebuah Lanange Jagat. Usaha yang kami jalani bertahun-tahun jika kami hanya pasrah pada terima order dari acara hajatan pengantin atau hajatan sunatan tentu hasilnya tak seberapa. Kami terus berinovasi dengan karya photografi yang selalu kami ikuti pada event atau lomba baik tingkat lokal hingga tingkat nasional. Nama merek/brand kami “LANANGE JAGAT PHOTOGRAPHY” mulai dikenal masyarakat / pelanggan tidak hanya di Jawa Timur saja, profesionalitas dan dedikasi kami pada pekerjaan jasa photografi menjadikan kami sukses seperti sekarang ini.
Lebih lanjut ditegaskan oleh bapak Sarbini dari asosisasi manager Indonesia, juga menyampaikan bahwa; dalam mengelola sebuah usaha, usaha apa saja kita harus berani menonjolkan sisi baik dari produk yang kita tawarkan kepada pelanggan. Kreatif dan inovatif dalam sebuah usaha mutlak diperlukan, agar tidak tergerus persaingan / kompetitif yang ketat sekarang ini. Orang dengan mudah mengadopsi atau meniru produk orang lain tanpa mempertimbangkan sanksi hukum yang ada, dengan dalih hanya mirip-mirip saja tidak sama persis. Jadi intinya bagaimana agar produk yang kita jual tidak mudah hilang dan tidak cepat dilupakan oleh pelanggan, harus bisa menampilkan nama/merk produk yang mudah diingat, menarik.
Acara Entrepreneur Fast 16 Seminar ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta (pegiat UKM kuliner dan pengusaha muda) serta mahasiswa, selain acara seminar juga disajikan bazaar yang berlangsung di halaman depan Hall Widya Graha. Sejumlah lebih dari 40 UKM peserta bazaar menyajikan berbagai produk mulai dari kuliner hingga produk-produk alat rumah tangga serta produk distro di kota Malang. Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen selalu eksis mengadakan acara seperti ini bekerja sama dengan EO Management Festival yang diselenggarakan di Kampus II UWG. (san/pip)



