UWG JUGA PUNYA JAS MERAH

oleh | Jul 28, 2016 | Berita | 0 Komentar

DSC00989(Rabu/27/7/2016). Jas merah bukan hanya punya partai politik dan PTN di ibukota saja. Universitas Widyagama Malang juga punya JAS MERAH. Bedanya, jas merah milik partai politik adalah busana fisik secara materiil, tetapi JAS MERAH milik UWG adalah busana non fisik secara spirituil. Ini “dikenakan” oleh para pimpinan lembaga ini beberapa hari yang lalu, senyampang masih suasana Bulan Syawal. JAngan Sampai MElupakan sejaRAH. UWG ada dan besar bukan hanya atas kerja para karyawan dan dosen yang saat ini masih aktif, akan tetapi peran para senior yang saat ini sudah tidak aktif karena berbagai hal, tidak boleh dilupakan. Ini dibuktikan oleh Rektor dan para Wakil Rektor Universitas Widyagama Malang dengan bersilaturahmi mengunjungi para dosen senior yang karena kondisi kesehatannya harus mengambil pensiun dini.

Adalah Drs. H. Subakir KS, MS. Dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Widyagama Malang pada masanya, yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor UWG. Dikunjungi di rumahnya di kawasan Karanglo Kota Malang, Pak Bakir, demikian beliau biasa disapa, nampak sangat terharu menerima kunjungan rektor yang didampingi oleh para wakil rektor ini. Wajahnya yang sumringah seakan menyembunyikan usianya yang sudah berkepala enam. “Pak Bakir harus terus semangat, harus terus ceria ditemani anak dan cucu. Saat ini kami melanjutkan apa-apa yang dulu sudah pernah dirintis, tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang. Kami mohon doa semoga mampu menjalankan kepemimpinan ini dengan amanah,” demikian Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS, Rektor UWG menyampaikan pesan sekaligus harapannya. Dengan semangat yang tampak terlihat dari binar-binar di matanya, meskipun dengan kalimat yang seringkali terputus, Pak Bakir menyampaikan bahwa kesibukannya saat ini adalah melanjutnya hobi bertaninya yang dulu sempat “tercuri” ketika masih aktif di UWG. “Saya akan membuat kebun durian….,” katanya bangga.

DSC00999Silaturahmi berikutnya dilakukan ke rumah Drs. Zainal Arifin, SH. Dosen Fakultas Ekonomi juga pada masanya dulu, yang penulis kenal dengan penampilannya yang tidak pernah lepas dari dasi melilit di lehernya. Mantan dosen dengan penampilan rapi ini mengingatkan kami agar lebih teliti dan hati-hati mengkonsumsi makanan di usia yang sudah tidak muda lagi ini. Pengalaman adalah guru yang paling bijaksana. Bukan hanya pengalaman pribadi, pengalaman orang lainpun patut menjadi pelajaran buat kita. Beda Pak Bakir, beda juga dengan Pak Zainal. Beliau lebih banyak mendengar daripada berbicara. Pada kesempatan itu Rektor UWG juga memperkenalkan manajemen universitas yang baru, yaitu Warek I (Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS), Warek II (Dra. Yekti Intyas Rahayu, MM) dan Warek III (Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT).

DSC00998Di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin canggih ini, seringkali kita terlupa atau sengaja mengabaikan komunikasi langsung dengan banyak orang. Kunjungan silaturahmi yang berlangsung sangat singkat ini, mudah-mudahan dapat memberikan kesan positif bagi kedua belah pihak. Yang lebih senior merasakan mendapatkan perhatian dan yang lebih yunior ingat bahwa apa yang ada saat ini adalah “bagian dari peninggalan” para senior (Rita/UIP)

Berita Terbaru UWG