
Irma Yuanita (kiri) mahasiswa Agribisnis FP UWG, yang juga aktif di Tabloid PILAR sebagai Redaktur bersama Wakil Rektor III (Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST.MT.)
Gedung MKPK Universitas Brawijaya Malang (11/11/2016) berlangsung acara penganugerahan kepada finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah bidang Penulisan Artikel Populer yang diikuti oleh 40 peserta dari mahasiswa PTN/PTS se Malang Raya. Sebuah prestasi yang membanggakan wakil mahasiswa dari Universitas Widyagama Malang, dia adalah Irma Yuanita, mahasiswa jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian. Belum lama Irma bersama tim nya meraih juara II LKTI Nasional yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, tepatnya bulan Oktober 2016, rupanya tidak membuat Irma puas dengan prestasi karya ilmiah bersama tim nya, kali ini Irma mengikuti LKTI Penulisan Artikel Ilmiah Populer secara perorangan yang diselenggarakan oleh MKPP (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian) Universitas Brawijaya.
Irma begitu membaca pengumuman ada Lomba Penulisan Artikel Ilmiah Populer yang dia dapatkan dari informasi via Medsos dan Whatsapp dari teman-teman, langsung mencoba corat-coret tulisan yang secara kebetulan juga membaca sebuah artikel di Koran kompas yang mengangkat tentang budaya suku Tengger “wanita di suku Tengger yang akan menikah di usia dini, minimal harus lulus SMA dulu, budaya entas-entas di suku Tengger itu mewajibkan anak wanita nya harus mematuhi syarat tersebut sebagai hukum adat yang harus ditaati”.
Berawal dari artikel tentang budaya entas-entas suku Tengger itu tersebut, Irma mencoba menulis, menggali lebih dalam apa yang dialami oleh wanita di suku Tengger dalam bentuk tulisan / artikel untuk diikutkan dalam LKTI Penulisan Artikel Ilmiah Populer di UB. Berselang waktu lebih kurang 3 mingguan, tidak disangka tulisan Irma masuk nominasi 10 besar sebagai tulisan artikel terpilih terbaik. Yang menarik dari artikel Irma dengan judul Pengentasan Pernikahan Dini dengan Budaya Entas-Entas, adalah aturan pernikahan yang diluar umumnya di masyarakat Indonesia. Masyarakat suku Tengger sudah menerapkan aturan adat dengan mewajibkan anak-anaknya wajib belajar 12 tahun minimal, mereka sadar akan kerarifan lokal sendiri, karena umumnya masyarakat Tengger kurang peduli dengan pendidikan, mereka tumbuh kembang dewasa kemudian menikah dan bekerja di ladang dan sawah untuk bertani. Akhirnya dari 10 besar finalis yang masuk dalam acara penganugerahan LKTI Penulisan Artikel Ilmiah Populer yang diselenggarakan oleh MKPK Universitas Brawijaya, Irma Yuanita berhasil menjadi Juara II Kategori Artikel Ilmiah Populer. (tutur Irma kepada staf HUMAS).
Universitas Widyagama Malang melalui Wakil Rektor III (bidang kemahasiswaan) bapak Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST., MT., mengapresiasi atas prestasi dari mbak Irma Yuanita (mahasiswa FP jurusan Agribisnis) yang dengan inisiatif sendiri mengirimkan artikelnya dan berhasil meraih juara. Sebuah karya ilmiah mahasiswa yang patut diacungi jempol oleh lembaga, walaupun tanpa pendampingan dan pembimbingan dari dosen secara kualitas mahasiswa UWG mampu bersaing dengan mahasiswa PTN/PTS di Malang ini dengan baik. Kepadanya akan diberikan reward / penghargaan oleh kemahasiswaan sebagai bentuk kepedulian lembaga ini dalam mengapresiasi para mahasiswa UWG yang berprestasi. Sekali lagi kami atas nama Universitas Widyagama Malang, mengucapkan selamat dan sukses kepada Irma Yuanita yang berhasil meraih juara II LKTI bidang Penulisan Artikel Ilmiah Populer tahun 2016, terus berkarya untuk UWG. (demikian kata WR III, Agus Tugas). (san/pip)



