(UWG, 23/8/2017). Untuk kali sekiannya Pimpinan UWG melepas para karyawan yang memasuki Purna Tugas (Pensiun), sudah menjadi ketentuan dari lembaga bahwa usia pensiun para karyawan dibawah naungan YPPIWM (Yayasan Pembina Pendidikan Indonesia Widyagama Malang) ditetapkan pada usia 56 tahun.
Seperti biasa bertempat di ruang Rapat Rektorat dipimpin langsung oleh Ibu Dra. Yekti Intyas Rahayu, MM. (Wakil Rektor II) mewakili bapak rektor (yang berhalangan hadir) dengan dihadiri pula bapak Ketua Paguyuban Purna Tugas UWG (bapak Drs. Sulkan, MM), Kabag Umum (Sabar Sutrisno, SPd.), Ketua Takmir Masjid Al Farabi (Ir. Riman, MT.), Kabag Keuangan (Drs. Ali HS), Kasubag Rumah Tangga (bapak Pujianto) dan Kasubag personalia (Ibu Tri Rahayu). Acara berlangsung cukup hikmat dan lancar, didahului dengan kata sambutan dari wakil rektor II (ibu Yekti) yang menyampaikan bahwa; acara seremonial pelepasan karyawan purna tugas ini sudah menjadi bagian dari peraturan lembaga yang harus dilaksanakan untuk memberikan apresiasi dan semangat kepada para karyawan yang purna tugas. Pada hari ini bapak Sopan, karyawan UWG yang telah mengabdikan diri sejak tahun 1987 (lebih kurang sudah 30 tahun) menjadi karyawan UWG dengan dedikasi cukup baik tanpa ada nilai kurang sedikit pun dalam melaksanakan tugasnya selama menjadi karyawan di Universitas Widyagama Malang. Kami atas nama pimpinan mengucapkan apresiasi dan penghargaan kepada bapak Sopan, semoga dimasa pensiun ini akan lebih banyak waktu yang dimanfaatkan untuk keluarga, karena mungkin selama masih aktif bertugas di Universitas Widyagama Malang selalu disibukan waktunya untuk mengurusi kegiatan di kantor.
Harapan kami juga kepada bapak Sopan, bahwa purna tugas bukan berarti putus silahturohmi dengan kami dan rekan-rekan sejawat di Universitas Widyagama Malang. Masih ada forum komunikasi yang diwadahi oleh Paguyuban Purna Tugas UWG yang dalam hal ini diketuai oleh bapak Drs. Sulkan, MM., mungkin dengan program-program kegiatan paguyuban bisa menjadi hiburan untuk saling bertukar pikiran dan saling mengakrabkan. Jadi kepada bapak Sopan, jangan merasa menjadi orang yang tersingkirkan, namun jadikan masa purna tugas itu sebagai peluang untuk melaksanakan kegiatan amal ibadah dan lebih banyak waktu untuk keluarga itu yang lebih nikmat, juga dengan mengikuti kegiatan ibadah sehingga hati lebih tenang. Ada yang pergi adapula yang datang, itu hal yang biasa dan harus kita terima dengan baik, karena kita semua warga UWG juga akan mengalami masa purna tugas. Kami lihat seperti ketua Paguyuban (bapak Sulkan) juga kelihatan lebih enjoy setelah mengalami purna tugas dibanding ketika masih aktif dulu, itu menunjukkan betapa nikmatnya hidup setelah pensiun. Semoga apa yang telah diberikan oleh bapak Sopan selama menjadi karyawan UWG, dicatat oleh Allah SWT sebagai amal ibadah yang baik. (demikian kata bu Yekti)
Selanjutnya bapak Sopan menyampaikan kata sambutannya; kami atas nama pribadi dan keluarga menghaturkan maaf sebesar-besarnya kepada bapak/ibu pimpinan dan rekan-rekan di Universitas Widyagama Malang, barangkali selama kami bergaul 30 tahun dengan bapak/ibu ada kekhilafan mohon kiranya dimaafkan. Kami juga berterima kasih kepada bapak/ibu pimpinan atas perhatian dan apresiasinya kepada kami, semoga masa pensiun ini dapat kami pergunakan dengan sebaik-baiknya.
Acara diakhiri dengan serah terima penandatangan Berita Acara Purna Tugas dan foto bersama. (san/pip)



