Alat TTG Program IbM Untuk Pengrajin Sate Tahu di Malang

oleh | Agu 25, 2017 | Berita | 0 Komentar

(UWG, 25/8/2017). Beberapa waktu yang lalu LPPM Universitas Widyagama Malang melakukan MONEV Internal kepada seluruh pelaksana hibah Pengabdian Masyarakat tahun 2017. Salah satunya adalah bapak Gatot Soebiyakto, ST.,MT., yang menjadi pelaksana IbM dengan judul “IbM Kelompok Pengrajin Sate Tahu di desa Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang”.

Apa yang diberikan pak Gatot kepada pengrajin sate tahu, yakni berupa alat pengaduk (mixer) isi sate tahu dan mesin penggiling (grinder) kacang sebagai bahan dasar sate tahu. Bapak Zainul dan bapak Zuhdi, sangat senang dengan adanya program bantuan hibah alat yang diberikan oleh Universitas Widyagama Malang melalui bapak Gatot, dan baru kali ini ada seorang dosen yang peduli terhadap usaha kecil menengah seperti kami (tutur pak Zainul).

Sentuhan teknologi pada alat pengaduk dan penggiling yang diberikan kepada pengrajin sate tahu di desa Talangagung Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang ini berdampak positif terhadap peningkatan produksi sate tahu baik secara kuantitas maupun kualitas.

Selain pemberian bantuan alat kepada mitra, pelaksana IbM (Gatot Soebiyakto, ST.,MT.) juga memberikan program pendampingan dan penyuluhan kepada pengrajin sate tahu, bagaimana mengelola manajemen usaha dengan baik dan benar. Pelatihan pembukuan, metode pemasaran  dan penggunaan peralatan yang baik sehingga pengrajin yang awalnya melakukan pekerjaannya secara manual dengan kapasitas produksi yang minim, dengan adanya peralatan mixer dan grinder sate tahu produksinya menjadi lebih meningkat dan memenuhi standar industri rumah tangga yang baik.

Gatot Soebiyakto,ST.MT. (paling kanan) saat MONEV Internal oleh LPPM UWG di lokasi UKM Mitra, Pengrajin Sate Tahu (bapak Zainul Arifin)

Manajemen pemasaran juga diberikan oleh pelaksana IbM agar pengrajin sate tahu bisa meraih pangsa pasar yang lebih luas bukan hanya di local Malang saja, bisa ke luar Malang bahkan ke seluruh Indonesia. Pengrajin sate tahu, tidak bisa dipandang sebelah mata bukan tidak mungkin bisa merambah pasar internasional, hal tersebut butuh sentuhan teknologi. UWG Kampus INOVASI akan terus menjadi mitra UMKM dalam mengembangkan usahanya melalui program Ipteks bagi Masyarakat hibah pengabdian Masyarakat Kemenristek Dikti. (san/pip)

Berita Terbaru UWG