(UWG, 28/82017). “1st Japan-ICA Training Course on “Empowering Women in Business and Management of Agricultural Cooperatives” in Thailand and Japan
Program ini merupakan program kerjasama International Cooperatives Alliance Asia Pacific (ICA-AP) dengan Japan, yang diikuti oleh 8 negara member ICA-AP yaitu Cambodia, Indonesia, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, Vietnam dan Philiphine.
Dekopin (The Indonesian Cooperative Council) sebagai anggota ICA mendapat kesempatan mengirim 1 (satu) orang wakilnya. Melalui seleksi ketat, Dekan FP UWG Dr. Evi Nurifah J, SP, MP terpilih sebagai wakil dari Indonesia.
Tema yang diangkat adalah pemberdayaan wanita: bisnis dan manajemen koperasi pertanian. Tema ini dipilih atas dasaf kenyataan bahwa saat ini koperasi pertanian masih didominasi oleh para lelaki sebagai petani (farmer), sementara wanita sebagai ibu tani masi kurang mandiri.
Kegiatan berlangsung selama 26 hari. Acara dimulai dengan kunjungan ke Thailand, melihat koperasi pertanian yang sukses mulai dari penataan kelembagaan, kegiatan usaha, dan kunjungan ke farm dan women activities. Koperasi pertanian di Thailand berada dibawah Kementrian Pertanian dengan kelembagaan seperti CLT, CPD dan ACFT (Agricultural Cooperative Federation of Thailand). Sinergitas kelembagaan merupakan peranan yang penting dalam membangun koperasi pertanian. Lima koperasi pertanian di lima provinsi yang dikunjungi adalah Bangplee Agric. Coop (Samutprakarn province), Banpaew Agric. Coop., Donchedee Agric. Coop., Banlat Agric. Coop., dan Lam Lookka Agric. Coop. Kunjungan ini memberi gambaran bahwa koperasi pertanian bisa maju dan bersaing dengan usaha lainnya.
Setelah itu dilanjutkan ke Jepang. Peserta mendapatkan pelajaran di kelas dengan materi leadership, women activities, life improvment and women entrepreneurship, Japan Agricultural dan kunjungan ke JA di Saitama, Yamanashi dan Kanagawa perfecture.
Jepang adalah icon negara maju. Di negara ini badan usaha koperasi dapat bersaing dengan korporasi. Manfaat utama yang dapat dipetik dari kunjungan ini adalah bahwa pengembangan koperasi pertanian bisa dilakukan asal mau dan mampu. Tidak ada kata terlambat untuk memulai dan mewujudkannya. (san/pip/red:rh)



