KITA INDONESIA MUDA

oleh | Okt 25, 2017 | Berita | 0 Komentar

(UWG, 25/10/2017). Berbagai cara dilakukan oleh institusi atau kelompok masyarakat untuk menyongsong dan memperingati Hari Sumpah Pemuda. Satu hari dimana ikrar ke-Indonesia-an diputuskan dalam Kongres Pemuda Indonesia 89 tahun yang lalu. Ada yang mengadakan upacara bendera, ada pula yang menggelar seminar kebangsaan.

Cara sederhana dipilih oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UWG, yaitu dialog atraktif yang digelar dengan konsep lesehan di joglo kampus III. mengangkat tema dikotomi antara idealisme dan pragmatisme, dialog ini menunjuk Mochamad Yajid Al-Buston (BEM FE), hamidah Nurul Fatah (BEM FT), Rizal Syahru Romadlon (BEM FH) dan Fikri Khoirul Roziqin (BEM FP) sebagai pemantik. “Para ketua BEM sengaja ditunjuk menjadi pemantik untuk menggelorakan kembali ke-Indonesia-an seluruh mahasiswa di Kampus Inovasi ini,” ujar Ketua BEM FH, Rizal, yang menjadi penanggungjawab kegiatan ini.

“Sebagai generasi muda berpendidikan, idealisme mahasiswa sebagai agen pembaharu memang harus ditonjolkan. Tapi jangan lupa, idealisme ini tetap harus berjalan beriringan dengan pragmatisme pada kondisi-kondisi tertentu,” demikian Yajid membuka dialog. Umpan Yajid ini ternyata disambut antusias oleh peserta yang terdiri dari para mahasiswa dari ke-empat fakultas yang hadir. Argumen-argumen intelektual saling sahut menyahut yang membuat diskusi menjadi sangat atraktif.

Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH, MH, Dekan Fakultas Hukum, inisiator kegiatan ini menyampaikan bahwa meskipun ini adalah kegiatan BEM FH, tetapi perspektif berbagai keilmuan harus ada. Pemahaman yang benar akan keterkaitan ini akan menjadikan cara pandang yang komprehensif.

Disisi yang lain, dosen muda FH yang selama ini selalu menjadi pendamping kegiatan BEM FH ini, Ramadhana Alfaris, MSi menekankan bahwa mahasiswa harus berani berfikir out of the box dalam menyampaikan pendapat akademiknya. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG