Dengan perasaan galau, pagi itu, Sabtu, 24 Februari 2018, Fitri Kusuma Wardhani Atmadjaja, SSi, berangkat ke kampus, karena hari itu ada Peringatan Dies Natalis ke-46 Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang. Kegalauan putri sulung Dr. Djoko Imbawani Atmadjaja, SH, MH, mantan PR lll UWG ini karena pagi itu ayah-bundanya dijadualkan pergi ke Bali untuk menyambut anggota keluarga baru, dari sang adik yang berdomisili di Bali, melalui bandara Juanda. Fitri merasa tidak enak adik bungsunya mengantar sendiri kedua orangtuanya ke bandara.Â
“Berangkat saja ke kampus, nanti kamu dapet sepeda motor,” begitu sang ibu memberi semangat menyaksikan kebimbangan putri sulungnya.
Seolah bicara dengan dirinya sendiri: “Aku ndak pernah dapet undian-undian seperti itu…. “, staf UPT P2K ini berangkat ke kampus. Hari itu Universitas Widyagama Malang mengadakan peringatan Dies Natalis ke-46. Berbeda dengan peringatan sebelumnya, tahun ini UWG mengapresiasi para karyawan dan dosen aktif dengan door price sebuah sepeda motor.
Rangkaian acara demi acara berlangsung dengan meriah, namun hikmat. Sebelum hadiah utama diundi, didahului dengan pengundian 10 hadiah hiburan. Fitri yang duduk di barisan kelima dari depan, dengan lesu menyelipkan kupon undian disela-sela notes kecilnya manakala 10 nomer kupon sudah disebutkan dan tidak ada satupun yang cocok dengan nomer kuponnya. “Aku memang ndak pernah beruntung melalui undian-undian seperti ini,” batinnya lagi hampir dengan tanpa harapan.
Sambil menunggu persiapan Widya Laras, grup karawitan UWG, mempersiapkan atraksi selanjutnya, jeda waktu dimanfaatkan kembali untuk mengundi hadiah utama, sebuah sepeda motor. Nomer keberuntungan itu diambil langsung oleh Warek ll, Dra. Yekti Intyas Rahayu, MM. Penulis berusaha melihat kode yang ada dibalik kupon dan mencocokkan dengan data di buku tamu, K35. “Pas,” itu saja batin penulis, yang juga Manajer Unit Bisnis UWG, dimana Fitri Kusuma Wardhani ditunjuk sebagai pelaksana lapangnya.
Fitri sama sekali tidak menyangka bahwa angka 46183 itu adalah nomer kuponnya bila tamu disebelahnya tidak mengingatkan. Dengan rasa tidak percaya diambillah kupon yang tadi sudah “disembunyikan”.
Pandangannya seketika menjadi kabur manakala tahu persis bahwa angka itu cocok dengan nomer yang ada di tangannya. “Tiba-tiba saya ingat senyum ibu ketika saya mau berangkat tadi pagi, dan ingat sepeda motor saya yang harus saya jual manakala suami harus masuk ICCU. Badan rasanya lemes, dada nyesek, mau berdiri takut kalau-kalau petugas salah baca angkanya…..,” begitu ungkap ibu dari tiga anak ini.
Tepuk tangan seluruh yang hadir membuatnya percaya dan dengan mata berkaca-kaca penuh rasa syukur Pembina UKM Karate UWG ini maju menerima Giant Key, simbol hadiah utama sepeda motor dari Rektor UWG, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.
“Tadi malam sebelum tidur, suami saya bilang, kalo besok ibu yang dapet motornya piye bu….. ,” tambah Fitri ketika penulis bertanya apakah ada firasat bakal mendapat hadiah utama ini. “Semoga hadiah ini bermanfaat dan berkah bagi keluarga kami. Saya akan manfaatkan secara optimal hadiah ini untuk membantu saya melaksanakan tugas dan tanggungjawab saya di kampus ini, selain juga untuk antar-jemput anak-anak saya sekolah. Semoga UWG tercinta ini makin maju dan dikenal, menghasilkan alumni yang berkualitas dan berakhlak baik, dan mencetak lulusan yang menjadi job creator. Dengan demikian masyarakat akan makin percaya kualitas kampus ini yang semuanya itu nantinya akan bermuara pada peningkatan kesejahteraan seluruh komponen yang ada di dalamnya,” demikian harap karyawan UWG berNDP awal 2009 ini. (san/pip/red:rh)



