Mahasiswa Fakultas Hukum kembali mengadakan Outing Class Mata Kuliah “Hukum Lingkungan dan Sumber Daya Alam”. Kali ini kuliah dilaksanakan di Taman Nasional Baluran pada hari Minggu, 2 Juni 2013, dengan arahan Dosen Pembina mata kuliah Purnawan D Negara, SH., MH. Menurut beliau, bahwa Kuliah ini sebenarnya tidak sekedar memindahkan “ruang kuliah” dari kelas ke ”Taman Nasional Baluran”, namun kuliah ini ingin mencapai beberapa hal:
- Stimulus keseimbangan otak kiri dan otak kanan mahasiswa. Selama ini pengajaran kita terlalu mendominankan otak kiri, otak kiri adalah yang selalu berhubungan dengan angka-angka, bahasa, analisa, logika, intelektual, ilmu pengetahuan.Otak kanan berhubungan dengan inovasi, kreativitas, naluri, intuisi, daya cipta, kejujuran, keuletan, tanggungjawab, kesungguhan, spirit, kedisiplinan, etika, empati dan lain-lain. Dunia hukum yang terlalu menekankan otak kiri yang gambarannya dapat dilihat pada dominannya menggunakan atau membaca hukum sekedar logika pasal-pasal ansih hanya akan menjadikan mahasiswa kurang memiliki etika, empati, rasa cinta, kreativitas dan seolah hanya sebagai robot pelaksana undang-undang saja.
- Materi hukum (sumber belajar) tidak hanya diperoleh dari ruang-ruang kuliah/perpustakaan tetapi juga di luar ruang kuliah dalam kehidupan nyata. Dengan berkunjung ke Taman Nasional, akan mendekatkan mahasiswa dengan topik bahasan kuliah secara nyata, memberikan pengalaman luar biasa kepada mahasiswa.
- Kuliah ini juga menerapkan outbound yang mengasah mental dan kerjasama dalam tim yang menyehatkan raga, menajamkan pikiran, dan menghaluskan budi. Pelaksanaan kuliah ini ingin memberikan gambaran “alternatif” kepada para mahasiswa betapa pentingnya kawasanterumbu karang, bakau, pesisir pantai bagi kehidupan dan perkembangan ilmu hukum, baiknya kondisi ekosistem di kawasan tersebut dapat mempengaruhi kehidupan di wilayah sekitarnya (eco-region) yang tidak dapat dibatasi oleh wilayah-wilayah administratif. Mahasiswa yang berdomisili jauh dari pantai dan bakau, atau hanya mengenal wilayah itu lewat gambar atau televisi menjadi memperoleh gambaran nyata di hulunya, sehingga menimbulkan penghargaan penghormatan atas lingkungan yang interaksinya mencakup wilayah eco-region bukan wilayah administratif semata.
Pelaksanaan kuliah ini difasilitasi pendamping Petugas Taman nasional Baluran. Selain diikuti mahasiswa, ada wartawan yang mengikuti kegiatan ini. Berikut laporan berita media online (1, 2, 3)









