(Sabtu, 6Agustus 2016) Balijestro Inovation Technology Expo (BITE) 2016 merupakan event akbar dari Balai Penelitian Jeruk dan Buah Subtropik di bawah naungan Kementrian Pertanian (Kementan), yang bersifat nasional. Event ini diikuti oleh peserta dari seluruh Indonesia, dan berlangsung 4-6 Agustus 2016. Meliputi berbagai macam kompetisi, mulai dari olimpiade untuk kategori anak TK sampai SMA, fotografi, kualitas jeruk, membuat kudapan, dan lain-lain, serta berbagai macam pelatihan seperti membuat manisan, teknik budidaya yang bisa diikuti oleh masyarakat tanpa ongkos, alias free.
Para mahasiswa dan dosen UWG tak ketinggalan juga berpartisipasi. Mulai dari mengikuti pelatihan, sampai ikut kompetisi. Ada dua kategori kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa FP UWG yaitu fotografi dan membuat kudapan. Fotografi diwakili oleh Prasadhana Deka Sukoco, mahasiswa dari Program Studi Agroteknologi FP UWG dan membuat kudapan diwakili oleh 2 orang mahasiswa THP FP UWG, yaitu Zulfia Mahendrayana dan Nur Akmal Ays. Dan syukur Alhamdulillah, perwakilan FP UWG berhasil merebut juara II dalam lomba membuat kudapan untuk anak-anak berbahan dasar jeruk dan buah subtropika, dengan produk inovatifnya, yang diberi nama “FRUIT ZUPPA BEAR”.
Zuppa adalah Appetizer dari Eropa. Berupa sup krim kental berbahan susu, yang dipadu dengan daging asap, daging ayam, jagung, kacang polong serta keju, ditutup dengan Puff Pastry dan disajikan dalam keadaan hangat. Penyajiannya pun dalam wadah mangkok dan biasanya hanya ada pada hotel atau cafe-cafe mewah. Tapi, tim FP THP UWG yang beranggotakan 2 orang ini mencoba berinovasi untuk membuat Zuppa yang baru. Zuppa yang disajikan dingin, mempunyai rasa manis dengan paduan buah jeruk serta buah subtropik lainnya, disukai anak-anak, harga yang miring, bisa dijangkau semua orang dan prospek penjualan kedepannya bagus.
Dan terciptalah “FRUIT ZUPPA BEAR”. Zuppa imut, berbentuk beruang, berisi smoothies nasi lembut yang dipadu dengan bulir dan sensasi kulit jeruk yang segar. Rasa crunchy dari Puff Pastry serta manis segar dari smoothiesnya membuat dewan juri menyukainya dan syukur alhamdulillah berhasil merebut juara 2 dari puluhan peserta yang mengikuti, yang sebagian besar dari kalangan profesional.
Yang membuat produk ini berhasil merebut juara adalah inovasi, kesesuaian tema dan prospek jual. “Sebagian besar peserta membuat produk yang terlalu umum, jeruk yang menjadi bahan dasar digunakan hanya sebagai topping, tambahan bahan untuk membuat pudding, atau membuat cake yang sudah lumrah, jika ditambahkan bahan jeruk. Tapi mereka secara platting serta persiapan sangat luar biasa, sangat rapi, indah, dan menarik produknya terlihat kalau mereka profesional sekali. Kita jadi sedikit minder sebenarnya, hehe.
Sedangkan dari kita plattingnya biasa aja, cuman membuat produk yang belum biasa, dan unik. Zuppa yang identik dengan rasa gurih kita ubah dengan isian smoothies nasi, yang umumnya sebagai menu sarapan di Eropa serta kita tambahkan bulir dan kulit jeruk untuk menambah kesegaran dan memperkuat rasa jeruk itu sendiri dan kita kemas bentuknya dengan Puff Pastry yang kita konsep Zuppa. Bentuknya yang unik dan lucu, rasa yang enak, biaya produksi yang rendah, serta nutrisinya yang baik untuk anak-anak mungkin itulah yang membuat juri memberikan tempat kedua pada kami,” ujar zulfia, salah satu anggota dari tim pembuat fruit zuppa bear. “Semoga prestasi ini menjadi bagian dari langkah FP UWG untuk menjadi fakultas yang lebih baik, lebih berprestasi, dan bisa bersaing dengan fakultas yang sama di universitas lain di Indonesia,” tambah Akmal, anggota lainnya. (san/pip/red:rita)



