NOTES KECIL PENGANTAR BERKAH

by | Feb 26, 2018 | Berita | 0 comments

(UWG, 26/02/2018). Sudah setahun ini, kemanapun dia pergi, notes kecil itu selalu menemani. Begitu juga saat hadir di acara Peringatan Dies Natalis Ke-46 Universitas Widyagama Malang, yang diselenggarakan di hall yang setahun ini pula menuntut perhatiannya. Dialah  Fitri Kusuma Wardhani Atmadjaja, SSi, pelaksana lapang Unit Bisnis UWG, yang antara lain menyewakan Hall Widya Graha kepada masyarakat luas untuk berbagai kepentingan. 

Notes kecil berisi catatan tentang penyewa hall itu selalu dibawa kemanapun Fitri pergi karena calon customer bisa saja menghubunginya kapan saja dan menginginkan jawaban yang cepat atas permintaannya, sementara calon penyewa hall ada yang sudah menetapkan tanggal  lima bahkan tujuh bulan sebelumnya. Agar tidak memberikan jawaban yang salah, maka notes kecil itupun selalu dibawa kemanapun ia pergi.

Siang itu, Sabtu 24 Februari 2018, kupon undian door price dengan hadiah utama sepeda motor ia selipkan di notes kecil itu, dan sungguh diluar dugaannya, angka 46183 yang disebut mantan Rektor UWG, Prof. Dr. Muryati, SE, MM adalah nomer kupon yang diselipkan di notes kecil itu.

Setiap bulan, Fitri harus memberikan laporan tentang penyewaan hall Widya Graha kepada Prof. Muryati, salah seorang pengelola YPPIWM. Manakala Warek ll UWG minta agar YPPIWM menyumbang satu hadiah utama dalam rangka Dies Natalis ke-46 UWG, permintaan itu segera disetujui dengan pertimbangan bisnis penyewaan hall memberikan keuntungan yang cukup bagus. “Yang pinter jadi orang pemasaran agar unit bisnis ini terus berkembang,” begitu pesan Prof. Muryati manakala Fitri menyampaikan laporannya.

Sungguh tidak disangka bahwa sepeda motor yang dibeli dari hasil unit bisnis ini akhirnya jatuh kepada pelaksana lapangnya yang selama ini kenyang makan berbagai keluhan customer.

“Kerja keras yang ikhlas akan dapat balasan yang pantas,” begitu komentar sang bapak, Dr. Djoko Imbawani Atmadjaja, SH, MH, mantan PR III UWG, saat kabar gembira itu disampaikan. Betapa tidak, staf UPT P2K yang mengelola unit kompetensi dan pusat karir ini harus bekerja dari hari Senin sampai Senin berikutnya antara jam 08.00 sampai dengan jam 20.00, tanpa ada hari libur. Ini dikuatkan oleh Kepala P2K Dra. Wiwin Purnomowati, MSi. “Kalo karyawan lain jam 15.00 pulang dan bisa istirahat di rumah, dik Fitri hanya punya waktu 1 jam untuk istirahat, karena jam 16.00 para peserta program kompetensi sudah menunggu di kampus,” jelas Wiwin. “Belum lagi urusan yang berkaitan dengan hall. Hape dik Fitri harus standby 24 jam, karena calon penyewa hall telpon tidak hanya saat jam kerja,” imbuhnya dosen Fakultas Ekonomi ini.

“Setiap saat ada saja calon customer yang minta didampingi untuk melihat kondisi hall. Belum lagi komplain atas ketidakpuasan customer. Yang bocorlah…. Yang lampu matilah…. Yang kursi kuranglah…. Semua itu diarahkan customer kepada bu Fitri, dan dengan sabar bu Fitri mendengar dan menerimanya,” tambah penulis selaku Manajer Unit Bisnis UWG.

Bukan main ekspresi ketiga buah hati Fitri manakala berita itu didengar dan sepeda motor baru yang masih dibalut pita merah putih itu ada didepan mata mareka. “Wah ibu gak pernah dapet undian, tapi sekalinya dapet, dapet hadiah keren…,” begitu komentar si sulung Ikang. Berebut mereka bertiga menghadiahi sang ibu dengan pelukan dan ciuman. “Alhamdulillah bu, Allah mengganti keikhlasan ibu bekerja keras untuk UWG, ” ucap Hermawan Devianto memeluk istri tercinta. Fitri tersenyum bahagia, mengusap air disudut matanya, sambil meraba notes kecil didalam tasnya: “Terima kasih ya Allah….,” ucapnya penuh rasa syukur. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG