UWG TINGKATKAN BUKU AJAR BER-ISBN

by | Apr 10, 2018 | Berita | 0 comments

(UWG, 10/04/2018). Menulis memang bukan pekerjaan yang mudah, akan tetapi menulis harus menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pekerjaan seorang dosen. Bila ingin diteruskan secara vertikal dari generasi ke generasi, maka ilmu harus ditulis. Tulisan inilah yang nantinya akan diwariskan kepada generasi penerus.

Ilmu yang ditulis dalam bentuk buku ajar atau buku teks oleh seorang dosen, harus ber-ISBN. Artinya buku ini harus didaftarkan ke PNRI (Perpustakaan Nasional Republik Indonesia). Tahapan selanjutnya, buku inipun harus diurus Hak Ciptanya yaitu berupa Kekayaan Intelektual, yang pada giliran selanjutnya KI ini akan meningkatkan kualifikasi dosen maupun lembaga dimana dosen tersebut mengajar.

Buku Ajar ber-ISBN, menjadi salah satu temuan Tim Bindalwas Kopertis Wilayah Vll di Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang. “Delapan buku pertahun dari dosen sejumlah 121 orang, merupakan angka yang kecil, dan ini harus kita akui,” demikian penjelasan Candra Aditya, ST, MT (Ketua LPPM UWG) saat ditanya tentang hasil konfirmasi Tim Bindalwas pada Bidang Belmawa, pada pelaksanaan bindalwas oleh Kopertis Wil Vll pagi tadi, Senin 9 April 2018.

Menanggapi temuan tersebut, Warek I UWG, Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS menjelaskan bahwa pihaknya sudah seringkali mengingatkan para dosen untuk menulis menulis dan menulis. “Menulis hasil penelitian mereka sanggup. Masak menulis materi ajar yang dari semester ke semester mereka ajarkan, ndak bisa?” ujarnya kalem tapi dengan penekanan yang tinggi. “Universitas sudah cukup banyak memberikan motivasi agar para dosen mau menulis buku ajar. Mengundang beberapa penerbit untuk memberikan pencerahan sampai dengan memberikan insentif yang cukup menarik untuk tiap buku ajar yang ber-ISBN. Demikian juga pemerintah melalui Kemenristek Dikti dengan Hibah Buku Ajar dan Buku Teks nya,” tambah Wakil Rektor Bidang Akademik tersebut disela-sela koordinasi mencermati kertas data temuan tim bindalwas.

Agar jumlah buku ajar ber-ISBN ini tahun depan meningkat, Candra menerapkan strategi mengharuskan semua peneliti memiliki luaran Hak Cipta, dan salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat buku ajar. “Hasil penelitian mereka, nantinya akan memperkaya khasanah keilmuan dibidangnya masing-masing dan salah satu cara mensosialisasikan dan mempublikasikannya adalah dengan menulisnya. Publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal adalah konsumsi para peneliti. Konsumsi bagi mahasiswa adalah buku ajar. Dengan cara ini saya berharap jumlah buku ajar ber-ISBN tahun depan akan meningkat,” demikian dosen enerjik ini menambahkan.

Ketua Program Studi Teknik Sipil, Abdul Halim, ST, MT, dan Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Fachrudin, MT, di tempat terpisah menanggapi temuan ini dengan janji akan terus memotivasi para dosen di lingkungannya untuk menulis buku ajar. “Berat, tapi kami akan terus mengupayakan,” janji Fachrudin. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG