Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Swasta Ilmu Pertanian Indonesia (BKSPTSIPI) baru saja menggelar kongres pertamanya di Yogyakarta pada 3-4 Juli 2018. Organisasi yang diinisiasi oleh Dekan Instiper Yogyakarta, Ir. Enny Rahayu ini bertujuan mengumpulkan, menggabungkan dan mensinergikan seluruh kekuatan Fakultas Pertanian di PTS dalam sebuah forum yang lebih formal. Dekan Fakultas Pertanian Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang, Dr. Evi Nurifah J, SP, MP, menjadi salah satu pesertanya.
Rangkaian kegiatan yang dibuka oleh Dirjen Sampras Kementan, Dr. Momon Rusmana ini diisi juga dengan penyampaian materi oleh Keynote Speakers yaitu Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi dengan judul Kebijakan Triple Helix Kemenristek Dikti dalam Bidang Pertanian di Era Digital dan Menteri Pertanian dengan Arah dan Kebijakan Kementan dalam Pembangunan Pertanian di Indonesia terkait dengan SDM di Bidang Pertanian.
Setelah mendengarkan dua paparan tersebut, ini kongres adalah penyampaian Kompetensi PTS dan Potensi Wilayah Kopertis I sampai dengan XIV yang diakhiri dengan Pemetaan Kompetensi PTS dan Potensi Wilayah.
Acara yang dihadiri oleh 75 perwakilan dari 185 PTS yang memiliki Fakultas Pertanian di seluruh Indonesia ini diakhiri dengan penandatanganan MoU oleh 52 peserta diantara yang hadir, termasuk di dalamnya FP UWG. Isi pokok MoU tersebut adalah sebagaimana nama programnya yaitu Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi dengan tujuan meningkatkan kapasitas dan kualitas PTSIPI, mensinergikan dan memadukan program antar PTSIPI serta meningkatkan kontribusi PTSIPI dalam pembangunan pertanian Indonesia.
“Kami terus berupaya memperluas jejaring dengan berbagai komponen dalam masyarakat agar output FP UWG nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” demikian tekad Evi sepulang dari Kongres BKSPTSIPI pertama tersebut. (san/pip/red:rh)



