Program Hibah PPPUD LPPM UWG Mampu Tingkatkan Omzet Pengrajin Rotan Balearjosari

by | Aug 7, 2018 | Berita | 0 comments

(UWG,07/08/2018). Produk Unggulan Daerah di Kota Malang, salah satunya yakni pengrajin rotan di Balearjosari Blimbing Kota Malang, untuk tahun 2018 ini kembali mendapatkan program Hibah dari Kemenristekdikti melalui LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Universitas Widyagama Malang. Program yang dikenal dengan nama skema PPPUD atau yang dulu (tahun 2016) dinamai skema IbPUD, ini diperuntukan bagi sentra industri di daerah yang menjadi unggulan, agar dalam perkembangan usahanya bisa menjadi lebih berkembang dan maju dan mampu bersaing dengan produk ekspor.

Melalui pelaksana / penerima hibah PPPUD dari Universitas Widyagama Malang yakni bapak Ir. H. Toni Dwi Putra, BE.,MM.,MMT., dengan dua anggota tim nya yakni bapak Dr. Fatkhurohman,SH.MHum., dan bapak Drs. Bambang Budiantono,MS., memberikan bantuan kepada pengrajin rotan di kelurahan Balearjosari Kota Malang. Adapun mitra skema hibah kemenristekdikti-UWG tersebut adalah “Karya Rukun Rotan, milik bapak Siyanto dan TEQ Production Rotan milik bapak Sutik. Dalam program PPPUD tersebut kedua pengrajin rotan mendapatkan bantuan peralatan terbaru hasil modifikasi untuk disesuaikan dengan peralatan desain mebel rotan yang diinginkan pelanggan. Bantuan tersebut berupa; Mesin Pembengkok Pipa, Mesin Las Argon, Mesin Potong Kayu, Kompresor, dan peralatan pendukung lainnya. Untuk menunjang manajemen usaha juga dilakukan pelatihan dan pendampingan kepada dua pengrajin rotan tersebut seperti Manajemen pemasaran, membuat pembukuan usaha yang benar, marketing/pemasaran internasional (ekspor) dengan menghadirkan dinas terkait untuk membantu perizinan ekspor produk rotan ke mancanegara.

Tanggapan pengrajin rotan di kelurahan Balearjosari (bapak Sutikno dan Siyanto), sangat menyambut baik dan berterima kasih kepada Universitas Widyagama Malang yang telah memberikan bantuan peralatan dan pendampingan kepada kami, karena selama ini kami hanya melakukan usaha ini sesuai pesanan pelanggan dan dengan model yang sederhana alias biasa-biasa saja, sementara industry mebel rotan dituntut dengan kreatifitas dan seni mebel yang mempunyai nilai jual tinggi. Alhamdulilah dengan bimbingan, pendampingan dan pelatihan dari bapak/ibu Dosen UWG, kami akhirnya tahu peluang usaha hingga bisa menembus pasar ekspor ke luar negeri tentunya dengan model yang tidak kalah menarik dengan produk impor. (begitu tanggapan bapak Siyanto)

Pendapatan kami cukup meningkat, permintaan pesanan yang banyak dapat kami atasi dengan baik dan tepat waktu sesuai dengan pesanan pelanggan. Sebagaimana disampaikan oleh bapak H. Toni yang memberikan bantuan kepada kami, bahwa dalam melayani pesanan ekspor yang perlu diperhatikan adalah kualitas barang dan ketepatan waktu pengiriman dengan disertai dokumen yang lengkap. Proses kontrol produksi dilakukan dengan cermat sehingga tidak ada cacat produk saat finishing dan pengiriman barang kepada pelanggan baik pelanggan lokal (domestik) maupun pelanggan luar negeri (mancanegara). (cerita dari bapak Sutikno yang hanya lulusan Sekolah Dasar)

Lebih lanjut kata bapak H. Toni Dwi Putra (pelaksana program PPPUD) dari UWG, semoga melalui bantuan program PPPUD dari LPPM UWG baik berupa peralatan maupun program pendampingan ini dapat terus berlanjut, dan apa yang telah diberikan (peralatan) dapat dipergunakan dan dirawat dengan baik, karena itu adalah bantuan dari Negara melalui Kemenristekdikti bekerjasama dengan LPPM Universitas Widyagama Malang. (san/pip)

Berita Terbaru UWG