Pandangan bahwa hasil penelitian dosen berhenti di rak-rak perpustakaan akan segera ditepis oleh Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang. Hilirisasi hasil penelitian ini akan segera diwujudkan melalui kerjasama dengan dunia industri.
Adalah Dr. Ir. Ririen Prihandarini, MS, dosen Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Widyagama Malang yang konsisten menggeluti pertanian organik. Salah satu luaran hibah penelitian Ririen pada skim PPUPT (Penelitian Pengembangan Unggulan Perguruan Tinggi) adalah bekerjasama dengan industri, memproduksi desain produk yang dihasilkan lewat penelitian dengan judul Percepatan Transformasi Budaya Bertani Organik melalui Teknologi Mikroorganisme untuk Pangan Sehat dan Kesejahteraan Petani.
Melalui jejaring luas yang dimiliki Ririen, akhirnya ditemukan industri yang siap memproduksi hasil temuan tersebut, yaitu PT Global Biosains Teknologi (GBT). PT GBT saat ini sedang proses pembangunan pabrik yang terletak di Desa Banjarsari Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang.
Selasa, 7 Agustus 2018, Rektor Universitas Widyagama Malang, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS bertandang ke lokasi pendirian pabrik yang terletak di tengah kebun tebu tersebut, untuk melakukan peninjauan perkembangan proses pembangunan sekaligus menandatangani MoA dengan PT GBT. Pada kunjungan tersebut Iwan menerima penjelasan tentang semua ruang proses produksi oleh Widiyanto Dwi Surya, DVM, PhD, salah satu investor.
Produk pertama yang akan diproduksi oleh PT GBT manakala pabrik sudah jadi adalah R1M+ (hijau) yaitu refresh mikroorganisme untuk tanaman dan R1M+ (merah) yaitu refresh mikroorganisme untuk bau tak sedap yang berfungsi untuk menghilangkan bau tak sedap pada timbunan sampah, limbah sungai, juga pada saluran pembuangan di hotel-hotel dan gedung-gedung yang tinggi. Disamping sebagai formulator, Ririen juga punya andil mendesain produk tersebut.
Penandatangan MoA dilakukan oleh Rektor Universitas Widyagama Malang dengan PT GBT yang terdiri dari chairman drh. Kamaluddin Zarkasie, PhD dan direktur Elby Yudha Pratama, SKPm. (san/pip/red:rh)



