BERAS ANALOG UWG SOLUSI KETAHANAN PANGAN

by | Sep 17, 2018 | Berita | 0 comments

CIASTECH 2018 di Kampus Inovasi Universitas Widyagama (UWG) Malang tidak salah mengusung tema Inovasi Iptek Mendukung Pembangunan Berkelanjutan. Pasalnya, inovasi Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS diyakini mampu menjadi bahan makanan pokok nasional masa depan dan menjadi solusi ketahanan pangan.

Guru Besar Fakultas Pertanian UWG yang menjadi Wakil Rektor I UWG ini memaparkan hasil penelitiannya dengan judul Produksi dan Pengembangan Beras Analog sebagai Bahan Makanan Pokok Nasional Masa Depan ketika diundang sebagai Invited Speaker pada The First Conference on Innovation and Application of Science and Technology di Hall Widya Graha pada 12 September 2018 lalu.

Sukamto menjelaskan bahwa beras analog atau beras formula diilustrasikan sebagai produk pangan yang dibuat menyerupai beras yang material didalamnya diformulasi dari 3 komponen utama yaitu pati atau hasil modifikasi pati dari bahan pangan lokal, fraksi-fraksi protein yang diekstraksi dari biji-bijian atau kacang-kacangan dan bahan pengikat komponen. “Disamping sebagai makanan pokok sumber nutrisi, beras analog juga diproses memiliki peran fungsional untuk mencegah berbagai penyakit degeratif. Peran ganda ini memperkuat potensi beras analog untuk dikembangkan sebagai alternatif makanan pokok yang memiliki manfaat khusus bagi kesehatan,” demikian Sukamto menambahkan.

Guru Besar ke lll UWG ini tetap aktif melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat disela-sela tugasnya sebagai Wakil Rektor I UWG. Kakek tiga orang cucu ini berharap beras analog temuannya dapat menurunkan tingginya impor beras, juga mengangkat gengsi pangan lokal Nusantara dan menjadi solusi ketahanan pangan disisi dimensi produksi.

Seminar Nasional yang juga diisi dengan parallel session paparan 128 judul hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat para dosen, guru dan mahasiswa dari seluruh Indonesia ini juga memamerkan buku-buku dan inovasi dalam bentuk teknologi tepat guna karya dosen Universitas Widyagama Malang. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG