MCW & ICW Gandeng FH UWG dalam Diskusi Publik “Malang Raya Bersatu Melawan Korupsi”

by | Dec 10, 2018 | Berita | 0 comments

Rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.) beri sambutan acara Diskusi Publik bersama MCW

(UWG, 10/12/2018), Masih banyak saudara-saudara kita yang masih belum bisa menikmati akses pendidikan, kesehatan dan berbagai infrastruktur yang ada, itu terjadi karena terjadi distorsi pemerintah sehingga tidak dapat memenuhi hak asasi manusia karena disebabkan karena perilaku korupsi. Universitas Widyagama Malang memberikan peran sedikit dalam kegiatan hari ini “Diskusi Publik, Laporan Akhir Tahun dan Parade Puisi Anti Korupsi” dengan tema “Malang Raya Bersatu Melawan Korupsi”. Kami sampaikan selamat datang kepada peserta yang hadir di Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang memenuhi undangan dari MCW (Malang Corruption Watch), dari OPD (Organisasi Pemerintah Daerah), hadir juga ibu Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang ibu Subaidah serta para mahasiswa baik dari Universitas Widyagama Malang serta dari perwakilan Kampus lain di Malang.

UWG ada bapak Ketua YPPI Widyagama Malang, Prof. H.A. Mukhtie Fadjar, SH.,MS., beliau juga sebagai seorang pegiat anti korupsi yang sudah berkiprah sejak lama, beliau mantan Hakim Konstitusi Indonesia, hadir ditengah-tengah kita yang akan memberikan semangat kepada generasi muda, bapak Nanang Farid dari MCW serta teman-teman pengurus harian MCW yang telah sukses menyelenggarakan acara ini. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua, dalam rangka mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi. (demikian sambutan singkat Rektor UWG, Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.)

Prof. H.A. Mukhtie Fadjar, SH.,MS. sebagai keynote speaker acara diskusi publik bersama MCW di UWG

Sebelum sesi Diskusi, diawali dengan paparan keynote speaker oleh Prof. H.A. Mukhtie Fadjar, SH.,MS. Beliau menyampaikan bahwa; korupsi di Indonesia sudah menjadi budaya sejak jaman dulu, sebagaimana pernah disampaikan oleh Wakil Presiden RI pertama (Bung Hatta), bahwa budaya / kebiasaan korupsi sudah menjadi budaya di lingkungan pemerintahan. Tentu perilaku korupsi ini sangat merugikan banyak pihak, rakyat menjadi sengsara, ICW / MCW tentu sebagai pegiat anti korupsi punya andil besar dalam menyuarakan ANTI KORUPSI. Tiga Kepala Daerah di Malang tersandung masalah korupsi, seiring dengan perkembangan demokrasi, otonomi daerah dan sebagainya, peristiwa yang menimpa para kepala daerah dan DPRD di Malang tentu menjadi perhatian kepada para OPD untuk bisa mencegah perilaku korupsi. Salah satu pegiat anti korupsi di Malang, yakni mas Lutfi yang sudah lama bergabung di MCW, sejak saya masih menjadi rektor UWG kala itu sampai sekarang masih aktif di MCW. Saya sangat bangga sekali dimana sekarang MCW di dominasi oleh anak-anak muda pegiat anti korupsi di Malang raya. Aktivitas dari MCW dengan segala keterbatasanya, banyak hal yang telah dilakukan termasuk pendidikan anti korupsi di sekolah-sekolah dan kampus-kampus. Bagaimana mendidik para siswa mengenalkan tentang perilaku anti korupsi, lembaga pendidikan, kampus-kampus mempunyai peran penting dalam memerangi budaya korupsi.

Saya yang hari ini di daulat sebagai Keynote Speaker, tentu lebih pas sebagai penyemangat untuk anak-anak muda dalam aksi pemberantasan korupsi. Bagi anak-anak muda yang tergabung di MCW kami selalu mendukung apa yang dilakukan saudara dalam memerangi korupsi di Malang raya dan Indonesia. Oleh karena itu peringatan hari korupsi oleh MCW bukan hanya sekedar peringatan belaka, namun jadikan sebagai pemicu untuk gerakan anti korupsi bersama KPK untuk mewujudkan Indonesia Bebas Korupsi. Untuk memberikan semangat anak-anak muda ijinkan kami menyampaikan puisi dalam bahasa Jawa tentang korupsi berjudul; “INDONESIA…”

Mendung tansah gumantung ing langit, kidung lelongso tansah untum, kisruh sesama warga, wargo ingkang kurang karena lorobronto, banjir longsor, lindu lan tsunami…., tangising bayi kurang gizi…. duh Gusti Opo kang kliru marang bangsa iki, opo mergo kakean duso, para pemimpinannya cidro, numpuk bondo korupsi… Indonesia kapan rakyatku iso gumuyu…”.

Betapa banyaknya bencana alam di negeri ini, korupsi termasuk bagian dari bencana, untuk kita bermawas diri, hidup ini begitu pendek untuk berbuat baik, namun begitu panjang untuk berbuat kecurangan. Terus berjuang melawan korupsi, semoga apa yang kita lakukan memberantas korupsi senantiasa mendapatkan Ridhlo dari Allas SWT. (demikian paparan singkat Prof. Mukhtie, sebagai penyemangat).

Ditempat terpisah, Dekan Fakultas Hukum Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH.,MHum., menyampaikan bahwa kegiatan ini sengaja kami selenggarakan dan kami wadahi sebagai bagian dari kegiatan untuk mengenalkan kepada mahasiswa tentang gerakan anti korupsi melalui budaya akademik dimana di Fakultas Hukum UWG ada mata kuliah Anti Korupsi. Melalui kegiatan diskusi seperti sekarang ini dengan menghadirkan praktisi anti korupsi dari ICW dan MCW diharapkan dapat memotivasi kepada generasi muda khususnya mahasiswa untuk mendukung dan melawan perilaku korupsi yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan yang semakin masif dilakukan, sehingga perlu adanya dukungan moril dari generasi muda untuk memberantasnya. Dengan mengenal dan mengetahui bagaimana dampak akibat perilaku korup yang dilakukan oleh para pejabat pemerintahan tersebut merupakan kejahatan luar biasa yang harus dilawan bersama-sama. Sehingga pendidikan anti korupsi perlu diberikan kepada mahasiswa khususnya dari Fakultas Hukum agar kelak jika menjadi pejabat pemerintah atau bekerja di instansi pemerintah tidak berlaku korup, karena itu melanggar hukum dan hak asasi manusia. (begitu kata Pak Purnawan / pak Pupung kepada media).

Sekretaris ICW dan Koordinator MCW

Acara inti yakni Diskusi Publik dipandu oleh moderator bapak Ramadhana Al Farizi (dosen Fakultas Hukum UWG), dengan dua pembicara dari ICW dan MCW yakni mas Adnan Topan (Sekretaris ICW) dan mas  Fachrudin selaku Koordinator MCW. Diskusi berlangsung hikmat dan lancar, perwakilan OPD yang hadir antusias mendengarkan paparan dari ICW dan MCW., demikian pula dengan peserta dari mahasiswa. (san/pip)

 

 

Berita Terbaru UWG