UWG masuk klaster Madya DP2M Dikti

by | Jun 1, 2014 | Berita | 0 comments

Direktur DP2M Dikti, Prof Agus Subekti

Direktur DP2M Dikti, Prof Agus Subekti

Dirjen Dikti telah melaksanakan evaluasi kinerja penelitian terhadap seluruh PT di Indonesia, demikian dikatakan Direktur DP2M Dikti Prof Agus Subekti, dalam sambutan pelatihan TOT Reviewer Internal di hotel Garden Palace, Surabaya, 31 Mei 2014.  Berdasarkan keputusan dirjen Dikti tahun 2014, LPPM UWG oleh DP2M DIKTI telah dimasukkan kategori MADYA (naik dari kategori BINAAN), karena memiliki mutu tata kelola (input, proses, dan output) dan kinerja yang baik. Pengkategorian ini merupakan sejenis akreditasi PT bidang penelitian oleh DP2M Dikti.  Konsep standar penelitian ini juga akan masuk secara detil dalam SNPT.   Berdasarkan evaluasi tahun 2010-2012 (tiga tahun), DP2M Dikti menetapkan 14 PT masuk klaster mandiri, 36 PT klaster Utama, dan 79 PT klaster Madya, sisanya sekitar 3000an PT klaster binaan.  UWG yang termasuk dalam PT klaster madya akan diberi amanah untuk mengelola skim penelitian desentralisasi dengan anggaran sekitar 2 miliar rupiah per tahun.  Ke depan, tata kelola LPPM dan kinerja dosen diharapkan makin meningkat, agar amanah dari DP2M Dikti ini dapat dijalankan dan dipertahankan. Penyiapan tatakelola klaster madya membutuhkan persiapan antara lain, desentralisasi tata kelola, penyiapan reviewer internal (untuk seleksi, monev dan kelayakan), akses operator SIMLITABMAS, dan pendanaan perguruan tinggi.  Karenanya dalam dua minggu terakhir LPPM menugaskan operator dan reviewer untuk mengikuti serangkaian pelatihan persiapan pengelolaan klaster Madya (download disini).  LPPM juga telah dan akan mensosialisasikan tata kelola yang baru tersebut agar semua pihak dapat memahami mutu pengelolaan penelitian, mulai dari input, proses dan output riset.   

Prof. Agus Subekti (no 3 dari kanan), bersama Prof Sukamto (baerbaju batik biru lengan panjang)

Prof. Agus Subekti (no 3 dari kanan), bersama Prof Sukamto (baerbaju batik biru lengan panjang)

Ketua LPPM, Prof Sukamto dalam sosialisasi kepada para dosen UWG pada tanggal 30 Mei 2014, menyampaikan para dosen harus memahami konsekwensi dari klaster madya, yakni semakin produktif menulis proposal, serius menjalankan penelitian, dan menghasilkan output yang bermutu.  LPPM juga meminta Fakultas dan Jurusan untuk melakukan pembinaan dosen untuk terus produktif meneliti dan menulis.  LPPM akan menjalankan standar penelitian dengan tertib, merealisasikan Rencana Induk Penelitian (download disini), menjalankan Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi (PUPT) dan mementingkan output luaran riset.  Raihan klaster Madya ini dapat menjadi driving force untuk meningkatkan lingkungan akademik program studi, pengelolaan jurnal, atau hubungan kolegial dosen.

Prof Sukamto, mengingatkan bahwa capaian ini harus dipertahankan, LPPM dan para dosen harus bekerjasama, menunjukkan komitmen dan karakter mutu dalam riset dan menulis.  Amanah dari DP2M Dikti harus dijawab dengan luaran riset yang bermutu.  Ada dua kampus PTS di Malang, yang tadinya klaster madya, turun kembali ke binaan, karena tidak menunjukkan mutu yang baik.  Para dosen diminta menguasai SIMLITABMAS, dan memanfaatkan skim lainnya antara lain, bantuan seminar luar negeri, insentif buku ajar, insentif jurnal internasional, paten, dan pengabdian masyarakat.  DP2M menyediakan insentif untuk skim-skim tersebut.  Selanjutnya, dosen yang telah memiliki luaran penelitian, segera mengupload ke SIMLITABMAS.  Tujuannya bukan hanya untuk memenuhi kewajiban riset dosen saja, tetapi juga agar terkoneksi dengan SIPKD, dan pada gilirannya untuk kepentingan kenaikan jabatan fungsional dan peningkatan kinerja riset lembaga.

Rektor Prof Iwan Nugroho, dalam kesempatan terpisah, menyatakan apresiasi sangat tinggi atas raihan klaster Madya.  Universitas Widyagama bersyukur bisa masuk ranking 17 (bintang emas 1.5) (lihat gambar) dalam klaster Madya tersebut, yang berarti berada dalam peringkat 67 secara total dari seluruh PT di Indonesia.  Prestasi ini  adalah buah kerja keras, kerjasama dan kinerja para dosen selama tiga tahun terakhir, yang dengan semangat membuat proposal, menjalankan penelitian, dan menghasilkan luaran yang bermutu.  Para dosen telah menunjukkan perubahan cara pandang dan menjadi berkarakter/berbudaya menulis dan meneliti, tidak lagi mementingkan aspek pembelajaran semata.

Rektor tidak henti-hentinya mengajak semua dosen untuk mengembangkan kemampuan akademik, menambah referensi akademik, menulis jurnal, menulis buku ajar, dan luaran lainnya. Para dosen dapat saling bekerja sama bagaimana cara menulis, menggunakan referensi, atau publikasi di jurnal internasional (lihat disini) .  Universitas Widyagama perlu lebih banyak dosen yang berkarakter meneliti, menulis, dan berpikir akademik.  PT yang berada di klaster Utama atau Mandiri, dipenuhi dengan dosen-dosen yang berkarakter meneliti dan menulis.  Rektor optimis, Insya Allah kampus UWG bisa naik klaster Utama (in)

Berita Terbaru UWG