Gandeng MCW, FH Universitas Widyagama Malang Adakan Diskusi Publik Tentang RUU ORMAS

by | Dec 4, 2012 | Berita | 0 comments

Tampak Dekan FH bersama pemateri Diskusi Publik

Harus diakui bahwa pasca reformasi kehidupan demokrasi indonesia relatif lebih baik dari masa sebelumnya, meski tidak terlalu mendekati ideal. Ukurannya adalah semakin luasnya partisipasi publik, perubahan politik (pemilu) yang berubah dan pro rakyat, terbentuknya MK untuk “meluruskan” atas produk-produk hukum yang bertentangan dengan UUD, dan yang paling penting tumbangnya cengkeraman militer atas sipil. Disetujui atau tidak demokrasi itu hanya akan berjalan baik dalam taman sari pluralistik masyarakat sipil, bukan militer ataupun dalam kekuasaan mono partai. pasca reformasi harus diakui bahwa CSO (Civil Society Organization) sangat tumbuh dengan subur dan masif, dan ini sangat menguntungkan bagi demokrasi indonesia, utamanya menuju pada kondsisi demokrasi yang ideal, dimana terdapat penghormatan HAM yang utuh, politik yang sehat, ekonomi yang sehat, kesejahteraan sosial yang tidak timpang, serta menjadi bangsa modern bermartabat yang tidak tercerabut dari akar budayanya. CSO atau organisasi masyarakat sipil-yang secara terminologis sering dipertukarkan dengan Non-Government Organization (NGO)-kadang secara abu-abu sering diucap juga oleh Pemerintah sebagai “ORMAS”, memiliki per4an tak terbantahkan sebagai bandul pemberat untuk menciptakan keseimbangan antara negara (state) dengan warga negara (citizen). itulah sekelumit materi yang disampaikan oleh : Purnawan D. Negara Dosen FH-Widyagama Malang, yang aktif di WALHI Jatim. Materi tersebut disampaikan pada acara : Diskusi Publik Tentang RUU ORMAS hasil kerjasama FH UWG dengan MCW (Malang Corruption Watch), bertempat di ruang F-9 Kampus 2 UWG. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari : kamis tanggal : 29 Nopember 2012.

Berita Terbaru UWG