Rektor UWG Ajak Mahasiswa Menulis

by | Jun 3, 2016 | Berita | 0 comments

IMG_4700Auditorium Kampus III UWG (02/06/16), berlangsung workshop “Penulisan Ilmiah Populer” dengan menghadirkan 3 narasumber yakni; 1) Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS. (rektor UWG), 2) Dr. Purnawan DN, SH.MHum (Aktivis WALHI Jatim, Wadek FH) dan 3) Drs. Husnun Djuraid, MSi (Komisarin Malang Post). Acara yang diselenggarakan oleh BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) Fakultas Hukum UWG ini diikuti oleh mahasiswa UWG semua jurusan dan mahasiswa undangan dari Universitas Katholik “Widya Karya”, serta mahasiswa dari PTS lain di Malang. Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Hukum UWG (Dr. Agus Sudaryanto, SH.MHum).

Ada yang menarik dari acara workshop “Penulisan Ilmiah Populer” ini yakni ketika Komisaris Malang Pos (bapak Husnun Djuraid) yang tampil dengan gaya nya yang sederhana menyampaikan presentasi nya tanpa slide Powerpoint, namun dengan penyampaian yang lebih santai dengan model diskusi dua arah langsung kepada peserta. Husnun Djuraid, sebelum menyampaikan lebih lanjut kepada peserta workshop yang hadir terlebih dahulu menyampaikan flashback perjalanan karier nya sebelum menjadi seorang akademisi (dosen) dan menjadi pimpinan di harian Malang Post. Beliau menceritakan bahwa ketika masih duduk dibangku kuliah sekitar tahun 1990, sudah terbiasa dengan menulis artikel. Awalnya dimulai dilakukan diwaktu senggang nya setelah mengajar sebagai guru olah raga, jadi saya (husnun) awalnya tidak punya keahlian menulis artikel, namun karena saya terbiasa dengan membaca dan kemudian melihat / membaca sebuah artikel di Koran waktu itu (sebut saja Koran Suara Merdeka di Jawa Tengah), kemudian saya tertarik untuk menulis sebuah artikel. Dari situ lah saya mengisi waktu luang saya dengan menulis dan menulis, artikel kali pertama saya dimuat di harian surat kabar waktu itu sungguh suatu kebanggaan yang luar biasa, dan saya pamerkan ke teman-teman guru saya di sekolah tempat saya mengajar, walaupun ada saja yang memandang sebelah mata tentang tulisan artikel saya di Koran waktu itu. IMG_4707Namun saya tidak putus asa / berhenti menulis, terus saya melanjutkan hobi menulis, dan akhirnya singkat cerita sekarang bisa menjadi komisaris di harian Malang Post sekarang ini. Saya ingin member motivasi kepada anda sekalian para mahasiswa untuk bisa menulis sebuah artikel populer di media masa. Saya berikan tips/trip bagaimana sebuah artikel populer yang bagus; pertama tulisan artikel mengandung issue terkini yang sedang hangat dibicarakan orang, kedua tulisan diawali dengan kasusnya terlebih dahulu (apa yang akan ditulis), ketiga ada masalah yang akan dibahas, keempat ada pesan / message yang disampaikan dengan mengkaitkan kasus actual dengan teorinya, dan terakhir pada bait/alinea penutup berisi pendapat dari penulis bisa berupa solusi dari permasalahannya. Artikel ditulis dengan panjang maksimal 850 kata. Dari situ nanti akan di edit oleh redaktur, apakah artikel saudara tersebut memenuhi unsure-unsur diatas apa tidak. (begitu kata pak Husnun).

Pesan yang disampaikan kepada para mahasiswa peserta workshop di UWG oleh pak Husnun adalah; anda jangan takut salah dalam menulis sebuah artikel jika memang sesuai dengan fakta / kenyataan. Dan saudara harus berani dan siap dikritik oleh pembaca, dari situlah saudara akan menemukan asyiknya menulis sebuah artikel, apalagi jika artikel saudara sering dimuat di media masa (Koran) tentu akan menjadi kepuasan tersendiri bagi saudara. Baik, saya tantang mulai hari ini diantara peserta mahasiswa UWG yang ikut workshop kali ini untuk mengirimkan artikelnya ke redaksi malang post sebelum jam 15.00, saya pastikan dimuat, ini edisi khusus bagi saudara kami tunggu. (ajakan Husnun Djuraid, komisaris Malang Post kepada mahasiswa UWG).

Narasumber kedua yakni rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.) yang menyemangati mahasiswa peserta workshop “Penulisan Ilmiah Populer” dengan ajakan untuk selalu menulis, menulis apa saja yang saudara alami atau jumpai dimana saudara berada. Saya selalu mengajak kepada teman-teman dosen di UWG untuk menulis dan menulis, karena dengan menulis itu nanti kita akan menemukan keasyikan yang tidak dapat dinilai dengan materiil. Seorang penulis itu sama dengan seperti orang yang sedang mendesain kehidupan, saya ditengah kesibukan sebagai rektor selalu saya usahakan untuk menulis artikel ringan. Mohon maaf bapak Husnun, (kata pak Iwan kepada narasumber dari Malang Post), saya sering menulis artikel di blog kompasiana.com, mengapa saya tertarik menulis di blog kompasiana karena disana sudah ada editor yang mengoreksi artikel yang kita kirim, dan jika artikel kita dinilai bagus maka akan muncul di halaman paling depan yakni masuk berita Highlight. Nah dari sekitar 90 artikel yang saya upload di kompasiana, pernah artikel saya masuk Highlight (2300 dibaca dan disukai, iwan nugroho) oleh nitizen. Mari kepada mahasiswa UWG dan mahasiswa peserta workshop ini, untuk memulai dengan kebiasaan menulis, dari menulis nanti saudara akan banyak mendapat manfaat. Contoh jika anda lulus nanti, dan melamar pekerjaan, cantumkan saja tulisan artikel anda di CV anda, cantumkan juga artikel yang pernah dimuat, itu akan menjadi nilai plus yang menjadi bahan pertimbangan dari instansi atau perusahaan yang menerima tenaga kerja.

Perlu saya informasikan juga bahwa budaya menulis di Indonesia ini masih kurang, orang Indonesia cenderung suka ngomong (mohon maaf) belum suka menulis, hal ini bisa dibuktikan bahwa penghargaan kepada penulis di Indonesia yang masih kurang, sementara di Luar Negeri penulis sangat dihargai. Sebagai contoh misalnya; anda mau melanjutkan studi di luar negeri, maka disana minta tulisan / artikel dari pelamar (calon mahasiswa) demikian juga untuk tenaga kerja. Jadi tulisan itu disana benar-benar dihargai dan itu mendapat prioritas. IMG_4727Oleh karena itu saya mengajak kepada saudara sekalian generasi muda untuk memulai dengan menulis, seorang penulis berarti otomatis suka membaca, mustahil bisa menulis dengan baik tanpa didahului dengan membaca. Sehingga seorang penulis itu mempunyai kelebihan tersendiri dibandingkan orang biasa. Sebuah pesan dari sayidina Ali yakni “Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya”, artinya apa? … bahwa dengan tulisan itu walaupun penulisnya sudah meninggal dunia berpuluh tahun lamanya, namun masih dikenal dan diingat oleh orang dimasa sekarang, seperti kita sekarang ini. Itulah kelebihan dari seorang penulis, yang jejaknya takan terhapus ditelan jaman. Ayoo…saya mengajak kepada peserta workshop “Penulisan Ilmiah Populer” ini untuk bisa dan membiasakan diri dengan menulis, pasti bisa. Saya pesan kepada para Dekan / Kajur / Dosen, agar berinovasi untuk memberikan nilai “A” kepada para mahasiswanya yang artikel atau tulisannya dimuat disuatu media surat kabar baik lokal maupun nasional, dan itu harus diberikan otomatis kepada mahasiswa ybs karena tulisannya. Apresiasi yang tinggi wajib diberikan karena menulis itu mempunyai nilai bobot yang lebih tinggi dibandingkan nilai ujian akhir, begitu pesan saya. (demikian kata pak Iwan).

Selamat dan sukses kepada BEM Fakultas Hukum UWG atas terselenggaranya workshop “PENULISAN ILMIAH POPULER” semoga bisa memberikan motivasi yang berharga kepada para mahasiswa untuk lebih meningkatkan pengetahuannya sehingga dapat meningkatkan potensi dan kompetensinya sebagai kaum intelektual, dan mudah-mudahan akan lahir penulis terkenal dan orang hebat dari Universitas Widyagama Malang. (san/pip)

 

Berita Terbaru UWG