Gedung F9 Kampus II Universitas Widyagama Malang pada kamis (13/10/2016), berlangsung acara pertemuan Koordinator Kopertis VII, bapak Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA., dengan para dosen Universitas Widyagama Malang. Rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.) menyambut baik kedatangan bapak Koordinator Kopertis VII dalam rangka pengarahan pengembangan kompetensi dosen. Untuk kali sekian kita dikunjungi oleh Kopertis VII, dimana dua kali bapak Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA., dan satu kali yakni bapak Prof. Dr. Ali Maksum, MS., tentu kedatangan beliau kesini adalah bentuk perhatian pimpinan kopertis VII kepada kita di Universitas Widyagama Malang. Kami sangat senang atas kehadiran bapak di tempat kami untuk memberikan pengarahan kepada para dosen sehingga dapat memotivasi kinerja dosen di lingkungan Universitas Widyagama Malang. Alhamdulillah diruangan ini telah hadir lebih kurang 60 orang dosen kami dari jumlah total 115 orang dosen, yang lain yang tidak hadir dikarenakan masih ada tugas dan keperluan lainnya, semoga bapak koordinator kopertis, bapak Suprapto bisa memaklumi. (demikian rektor UWG dalam sambutannya).
Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA., dalam kunjungannya ke UWG pada kamis (13/10/2016), mengajak kepada para dosen di PTS di Jawa Timur untuk menjadi dosen yg berkualitas, memiliki kompetensi, selalu kreatif dengan terus meningkatkan jumlah penelitian dan pengabdian masyarakat, insentif buku ajar, insentif jurnal internasional terindex scopus dan sitasi jurnal internasional telah disiapkan oleh kementerian ristek dikti dengan insentif 50 jt hingga 100 jt rupiah. Juga kepada dosen yg telah tersertifikasi dan mendapatkan tunjangan serdos setiap triwulan, apakah kinerja dosen sdh memenuhi standar? minimal 8 jam berada dikampus, selesai mengajar, diruang dosen yg telah disediakan para dosen membiasakan diri untuk menulis, mengidentifikasi suatu permasalahan dengan membuat sebuah proposal atau tulisan, merenung apa yang telah dilakukan dalam mengajar sudah memenuhi standar apa belum, sehingga dengan memanfaatkan waktu luang di kampus, produktivitas dosen dapat meningkat dengan begitu diharapkan semakin banyak jumlah karya ilmiah terpublikasi dalam bentuk jurnal, itulah yg diharapkan pemerintah dalam hal ini kemenristek dikti atas apa yang telah diberikan kepada dosen dalam bentuk tunjangan serdos, tidak lain adalah untuk memotivasi peningkatan SDM dosen.
Sebuah perguruan tinggi disyaratkan kualifikasi dosennya minimal S2, bahkan diharuskan untuk mencapai kualifikasi S3 (doktor). Hal yang lain diawal pengarahannya, Prof. Suprapto menyampaikan; masih adakah dosen yang penelitian dasar? Jika masih ada tentu itu menjadi preseden kurang baik, di UWG penelitian dasar, PDP sdh tidak ada lagi semua sudah meningkat skema nya, rapid dan pusnas (jawab Candra Aditya, ketua LPPM), Prof. Suprapto mengapresiasi bahwa UWG merupakan PTS yang layak mendapatkan predikat meraih peringkat III bidang penelitian dan pengabdian. Jadi mengapa kami mendadak datang ke UWG, ini adalah dalam rangka untuk melakukan penataan pada SDM dosen agar menjadi dosen yg profesional, berkompeten, berkualitas, sehingga PTS dapat menghasilkan output lulusan yg berkualitas, bukan saja hanya jumlah mahasiswa jika kualifikasi dosennya masih ada yg S1, skema penelitian nya masih dasar tentu itu harus segera dilakukan penataan, agar tidak terkena sanksi (Lanjut prof. Suprapto). Demikian yg dapat ditangkap dari acara pengarahan bapak koordinator kopertis VII, bapak Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA., kepada dosen dpk dan yayasan UWG. (San/pip)



