Seminar Nasional: “Peran Akuntan di Era MEA”, Prodi Akuntansi UWG

by | Dec 20, 2016 | Berita | 0 comments

Hall Widya Graha Kampus II UWG, Senin (19/12/2016) untuk kali kesekiannya Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi UWG menyelenggarakan Seminar Nasional, kali ini seperti beberapa waktu sebelumnya tepatnya pada tahun 2015 yang lalu, Seminar Nasional Akuntansi ini kembali mengundang / menghadirkan bapak Drs. Sutiaji (Wakil Walikota Malang) untuk didapuk menjadi pembicara inti pada Seminar yang bertema tentang “Peran Akuntan di Era MEA”, bapak Sutiaji hadir untuk mewakili ketidakhadiran bapak Walikota Malang “H. Moh Anton” yang karena berhalanganan hadir dikarena ada kegiatan kedinasan di Pemkot Malang.

Prof. Dr. Ir. H. Iwan Nugroho, MS. (Rektor UWG)

Prof. Dr. Ir. H. Iwan Nugroho, MS. (Rektor UWG)

Sebelum seminar nasional dimulai, terlebih dahulu rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.) menyampaikan kata sambutannya; Kami mengapresiasi kepada prodi Akuntansi yang di ketuai oleh Ibu Ana Sopanah dengan mahasiswanya yang kembali menggelar acara Seminar Nasional, yang mana ini seminar nasional yang kedua “barangkali” dimana pada tahun sebelumnya juga menghadirkan narasumber yang sama yakni bapak Wakil Walikota Malang, bapak Drs. Sutiaji, terima kasih bapak atas kehadirannya di Universitas Widyagama Malang. Terima kasih juga kepada bapak narasumber yang lain, dari IAI Pusat yang telah sudi menyempatkan diri hadir dalam seminar nasional pada pagi hari ini. Kami sangat mendukung pada kegiatan keilmuan seperti seminar akuntansi ini, dimana melalui kegiatan keilmuan seperti ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa, menjadi modal bagi mahasiswa kelak setelah lulus dari universitas ini.

img_1791Ibu Ana Sopanah ini, cukup gesit dan lincah seperti disampaikan oleh Ibu Puji, Ibu Ana ini adalah wonder women nya UWG. Universitas ini serasa tidak pernah sepi dari kegiatan-kegiatan akademis yang memacu mahasiswa untuk terus berkreatif dan inovatif ditengah-tengah pengaruh-pengaruh teknologi informasi yang banyak menimbulkan friksi-friksi dan gesekan-gesekan. Tentu melalui kegiatan ilmiah seperti ini, diharapkan dapat mengendalikan mahasiswa dari hal-hal yang berpikir diluar pakemnya sebagai mahasiswa. Selamat dan sukses, semoga acara Seminar Nasional dengan tema “Peran Akuntan di Era MEA” secara resmi kami nyatakan dibuka. (begitu rektor UWG, H. Iwan Nugroho dalam sambutannya).

Drs. Sutiaji (Wakil Walikota Malang)

Drs. Sutiaji (Wakil Walikota Malang)

Selanjutnya usai acara serah terima cindera mata oleh rektor UWG kepada para pemateri, langsung untuk pemateri utama yakni bapak Drs. Sutiaji (Wakil Walikota Malang) menyampaikan paparannya dalam seminar nasional tersebut. Sutiaji menganggap era MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) bukan sebagai tantangan, namun justru sebagai peluang. Di Malang, kota kecil dengan 29 kelurahan dengan jumlah perguruan tinggi yang lumayan cukup banyak, ini menjadi peluang bagi industry UMKM untuk dapat bersaing dengan produk-produk impor yang sekarang merajalela. Kelemahan UMKM kita adalah pada teknologi packing dan merk, pemerintah kota Malang sangat mendukung untuk tumbuhkan industry-industri kecil rumah tangga agar produknya dapat bersaing di tingkat swalayan, retail moderan (alfa mart, indomart dll), melalui acara seperti ini diharapkan peran akuntan dapat mengimplikasikan secara langsung perannya untuk memberikan pelatihan dan bantuan akses manajemen akuntan nya kepada pelaku usaha kecil mikro dan menengah. Beberapa waktu yang lalu, ketika kami hadir disini di Kampus Widyagama Malang, saat acara debat walikota Malang, kami pernah menyampaikan bahwa kepada perguruan tinggi dikota Malang, untuk dapat membantu pengelolaan manajemen yang professional kepada para pelaku usaha di kota Malang. img_1749Era MEA jangan dijadikan momok bagi kita untuk takut tidak laku akan produk dan jasa kita, masyarakat kita harus kita bekali dengan pelatihan dan mendapatkan sertifikasi sehingga tenaga ahli mereka dapat diakui. Tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia, seperti ramai diberitakan di medson, mereka datang ke Indonesia dengan menunjukkan sertifikat keahlian mereka, nah ironis sekali banyak tenaga ahli kita yang ahli di semua bidang, namun tidak dibekali dengan sertifikasi. Mereka menganggap sertifikasi adalah hal yang berbelit-belit, rumit dan membutuhkan biaya mahal. Tentu itu harus kita dukung, bagaimana peran akademisi seperti kampus Widyagama Malang ini membantu pada program sertifikasi profesi, seperti pada hari ini bagaimana peran Akuntan membantu pengelolaan keuangan dengan baik bagi pelaku usaha di Kota Malang. (demikian sedikit dari point penting yang disampaikan bapak Sutiaji, walikota Malang).

Sementara itu pembicara kedua yakni bapak Prof. Dr. Made Sudarma, SE.,MM.,Ak.,CPA, CA, menyampaikan bahwa peran Akuntan dalam negeri harus memiliki kompetensi yang cukup, jika Akuntan Indonesia memiliki kompetensi yang sama, maka tak perlu takut dengan akuntan asing. Menurut dia peluang dalam dunia Akuntansi masih terbuka luas, beberapa institusi membutuhkan tenaga akuntan, diantaranya dunia pemerintahan, bisnis, dan juga beberapa organisasi lain non pemerintah dan non bisnis yang memiliki kewajiban audit. (San/pip)

Berita Terbaru UWG