PPTP Kemhan Jatim Ajak Mahasiswa “Semangat Bela Negara”

by | Mar 23, 2017 | Berita | 0 comments

Kampus III UWG (22/03/2017), menjadi host pada acara Seminar Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dengan tema “Meningkatkan Semangat Bela Negara dalam rangka Mewujudkan Pertahanan Negara yang tangguh”, seminar ini diselenggarakan oleh PPTP (Perwakilan Pelaksana Tugas Pokok) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kanhan Jawa Timur) bekerja sama dengan Universitas Widyagama malang. Seminar menghadirkan narasumber dari Kanhan Jawa Timur yakni bapak Brigjend TNI M. Nakir dari Dirjen Strahan Kemhan RI, narasumber kedua yakni dari kepala Bakesbangpol Jawa Timur, dan rektor UPN Surabaya.

Brigjend TNI (Marinir) Denny Kurniadi, S.Mn. (Pejabat PPTP Jatim)

Bertindak sebagai penanggung jawab seminar yakni dari pejabat PPTP Provinsi Jawa Timur yakni bapak Brigjend TNI (Marinir) Denny Kurniadi, S.Mn., beliau menyampaikan apresiasi kepada rektor Universitas Widyagama Malang beserta sivitas akademika yang telah menyediakan tempat sehingga seminar Pemberdayaan Wilayah Pertahanan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar, terima kasih juga kepada para narasumber yang hadir dalam seminar yakni bapak Brigjend TNI M. Nakir (dari Strahan Kemhan RI), Bagesbangpol Jawa Timur dan rektor UPN Surabaya yang bersedia hadir ditengah-tengah kita semua. Kepada para peserta (mahasiswa, akademisi dan praktisi) kami sampaikan apresiasi juga atas kehadirannya sehingga acara seminar ini berlangsung dengan baik dan lancar. Issue tentang kewajiban Bela Negara ini penting disampaikan kepada generasi muda utamanya seperti dalam hal ini adalah para mahasiswa, untuk memupuk rasa cinta tanah air Indonesia tercinta. Jika bukan kita siapa lagi, keutuhan NKRI menjadi tanggung jawab semua komponen bangsa. (demikian kata pak Denny dalam sambutannya).

Rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.)

Acara seminar kemudian dibuka secara langsung oleh rektor UWG (Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS.), beliau menyampaikan kata sambutannya sebelum membuka secara resmi seminar, bahwa; seminar Bela Negara seperti ini dilingkungan perguruan tinggi dengan peserta para mahasiswa ini sangat penting, dalam rangka membekali diri para mahasiswa tentang arti pentingnya wawasan Bela Negara. Mengapa demikian, beberapa waktu yang lalu suhu politik di Negara kita cukup memanas dengan beredarnya berita-berita / informasi yang di share di media sosial, dimana informasi tersebut tidak sepenuhnya benar, informasi-informasi yang dipublish selalu menebarkan kebencian dan berpotensi menyebabkan perpecahan persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, melalui seminar Bela Negara ini dapat memberikan wawasan dan bekal bagi para generasi muda calon-calon pemimpin negeri ini agar tidak mudah terprovokasi oleh issue-issue atau informasi yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya, “Hoax” seperti yang sering kita sebut. Pemerintah mengeluarkan himbauan kepada semua komponen bangsa untuk tidak mudah mengirimkan atau mengupload dan memposting berita hoax di media sosial, mari kita sebagai warga yang berpendidikan untuk arif bijaksana dalam menulis sebuah informasi yang memberikan manfaat bukan menimbulkan polemik. Disini telah hadir bapak-bapak narasumber yang berkompeten dalam Bela Negara, bapak Brigjend TNI M. Nakir dari Strategis Pertahanan Negara Kemhan RI akan menjelaskan detail apa itu Bela Negara, semoga melalui acara seminar ini para mahasiswa dapat memahami, menghayati dan mampu menerapkan sikap Bela Negara sesuai dengan kompetensinya masing-masing. (demikian sambutan rektor UWG).

Selanjutnya sebelum diskusi panel seminar, dilakukan acara serah terima cindera mata dari Universitas Widyagama Malang kepada narasumber dan cindera mata dari Kementerian Pertahanan.

Seminar berlangsung cukup hikmat disampaikan oleh tiga narasumber yakni pertama dari Bakesbangpol Jawa Timur, kedua disampaikan oleh rektor UPN Surabaya dan terakhir oleh Brigjend TNI M. Nakir dari Kementerian Pertahanan RI. Peserta yang hadir lebih kurang 200 peserta cukup antusias, mengikuti acara demi acara dengan dari awal hingga usai.

Brigjend TNI M. Nakir dari Kemhan RI, dalam sebuah pernyataannya menyampaikan bahwa; kalau bukan kita siapa lagi yang menjaga keutuhan NKRI ini, bukan tentara (TNI) saja yang bertanggung jawab dalam menjaga wilayah pertahanan ini, tetapi semua komponen Negara Republik Indonesia. Secara teknis memang tugas TNI menjaga wilayah perbatasan NKRI, namun jika diperlukan dalam kondisi darurat maka kita semua harus terlibat wajib Bela Negara.

Brigjend TNI M. Nakir (Strahan Kemhan RI), sebagai narasumber

Komponen cadangan strategis ini meliputi anda sekalian generasi muda, oleh karena itu kami mengajak kepada para mahasiswa untuk memiliki rasa Bela Negara dengan demikian akan timbul rasa kepedulian terhadap wilayah pertahanan NKRI. Seperti issue sekarang yang berkembang yakni reklamasi laut Indonesia, disitu ada korporasi dan mobilisasi penduduk asing yang akan memiliki sebuah pulau atau tempat hunian ditengah laut, wajar jika kita WNI merasa itu merupakan sebuah ancaman untuk keutuhan NKRI, karena disitu akan dihuni oleh orang-orang yang kaya yang memiliki kemampuan materi lebih sehingga bisa menghuni sebuah pulau. Itu sebagai contoh sebagian kecil, jika ini terus dibiarkan maka bukan tidak mungkin dimasa yang akan datang dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang dapat mengancam keamanan Negara. Oleh karena itu kami mengajak kepada para mahasiswa agar memiliki kepekaan dalam menganalisis sebuah fenomena yang dapat mengancam keutuhan NKRI karena anda adalah para calon pemimpin bangsa baik di desa, daerah maupun di tingkat pemerintahan nantinya. (demikian secuil yang disampaikan M. Nakir).

Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP. (Rektor UPN Surabaya), narasumber

Selanjutnya penekanan arti Bela Negara juga disampaikan oleh Rektor UPN Surabaya Kampus Bela Negara (Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP.) bahwa; mahasiswa harus dibekali dengan materi Bela Negara, agar dapat terpupuk dengan baik rasa cinta terhadap Tanah Air Republik Indonesia. Apa yang dilakukan dalam rangka manifestasi Bela Negara sebagai seorang mahasiswa, banyak yang bisa dilakukan oleh para mahasiswa. Melalui karya-karya teknologi tepat guna, tidak perlu canggih atau yang muluk-muluk dulu, namun bagaimana sebuah teknologi tepat guna hasil karya mahasiswa itu dapat memberikan manfaat bagi peningkatkan perekonomian masyarakat desa utamanya petani di Indonesia. Jika itu dilakukan dengan baik oleh setiap mahasiswa yang menulis skripsinya, dengan menghasilkan prototype karya teknologi bagi masyarakat maka itu berdampak pada penguatan Bela Negara secara tidak langsung. Mahasiswa dibiasakan memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya, mengapa mahasiswa? Karena mahasiswa mudah membaur dengan masyarakat seperti dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di desa-desa, mereka membangun desa bersama dengan warga desa, memberikan inovasi-inovasi dan kreativitas untuk memberdayakan masyarakat desa menjadi masyarakat yang kuat perekonomiannya, tidak bergantung pada pekerjaan di perkotaan saja. Kemandirian pangan disektor pertanian sangatlah penting, mengingat sekarang lahan pertanian semakin sempit, generasi muda tidak lagi mau kembali bertani mengembangkan desanya, jika demikian bukan tidak mungkin 20 tahun kemudian kita akan mengalami krisis pangan. Oleh karena itu mari sedini mungkin kita antisipasi, dengan memupuk rasa Bela Negara mari kita berjuang sesuai dengan kompetensi masing-masing untuk bisa mewujukan Indonesia yang kuat, Indonesia yang adil dan makmur, NKRI harga mati. Melalui semangat Bela Negara kita wujudkan pertahanan yang tangguh. (san/pip)

 

 

 

Berita Terbaru UWG