PEDULI PETANI HANTAR DWI LOLOS PKMT

by | Apr 6, 2018 | Berita | 0 comments

(UWG, 06/04/2018). Irigasi menjadi bagian fital dari budidaya padi sawah. Meskipun di beberapa wilayah subur petani tidak kesulitan mendapatkan air irigasi bagi lahan pertaniannya, namun mencari cara yang lebih efektif dan efisien terus diupayakan agar hasil yang sudah baik menjadi lebih baik lagi. Inilah alasan Dwi Waluyo Putranto mengusulkan PKMT berjudul Perancangan Sistem Irigasi Otomatis dengan Wireless Sensor Network Berbasis Energi Surya di Gapoktan Torong Makmur Batu.

Putra bungsu dari Mudjianto ini ingin membantu para petani dalam sektor irigasi secara otomatis dan dapat dikontrol dari jarak jauh sehingga meningkatkan efektifitas kinerja petani. Usulan ini dibuat secara tim bersama Feni Budi dan Rizki Handoko, yang semuanya adalah mahasiswa Fakuktas Teknik Prodi Elektro.

“Sempat terfikir untuk mundur dari kompetisi ini pada hari terakhir pengiriman proposal,” cerita Dwi tanpa menyebutkan alasan yang jelas, padahal menurutnya secara penulisan tidak menghadapi kendala.

Dr. Istiadi, ST, MT, dosen pembimbing yang tahun ini mengantar dua bimbingannya lolos PKMT, kembali berujar: “Motivasi para mahasiswa yang perlu dibangun dan ditingkatkan. Kendala pada saat penyusunan proposal pasti ada, dari sisi mencari referensi, mencari mitra, bahkan juga mencari ide. Saya sudah pesankan berkali-kali, kalau sudah ada ide, segera cari dosen agar ide tersebut dapat diimplementasikan. Atau kalau kesulitan mencari ide, cari dosen untuk minta ide….,” demikian jelas Istiadi.

Mahasiswa penyuka robotika yang juga aktif di HME (Himpunan Mahasiswa Elektro) ini berharap alat rancangan timnya nanti dapat membantu petani meningkatkan produktifitas hasil pertaniannya. Setelah pengumuman dan penandatanganan kontrak, Dwi akan langsung berkoordinasi dengan timnya untuk merancang program kerja selanjutnya. Pemilik IPK 3.3 ini juga akan menyusun strategi bagaimana caranya agar nanti bisa lolos PIMNAS. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG