INOVASI LIMBAH BATU ALAM DARI UWG UNTUK MASYARAKAT KABUPATEN TULUNGAGUNG

by | Sep 10, 2018 | Berita | 0 comments

Perwujudan produk yang customized dan stylish serta memiliki eksklusifitas, inilah sisi keunikan industri teraso karya dosen Kampus Inovasi Universitas Widyagama (UWG) Malang bagi masyarakat Kabupaten Tulungagung.

Teraso sebagai penutup lantai sempat tenggelam dengan maraknya industri keramik. Belakangan ini teraso mulai bangkit lagi dan diproduksi untuk beberapa jenis produk seperti penutup dinding, meja dapur, wastafel dan bathup. Industri teraso berbahan baku limbah batu alam (marmer, onyx dan siolit) ini cukup unik dan banyak peminatnya serta sudah diekspor sampai ke Perancis.

Atas dasar pertimbangan inilah, Candra Aditya, ST, MT, dosen Teknik Sipil Fakultas Teknik yang juga Ketua LPPM UWG ini menggandeng dua mitra UKM (Usaha Kecil Menengah) di Kabupaten Tulungagung untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Mitra tersebut adalah CV. Sari Hutan di Kecamatan Campurdarat dan UD. Bukit Indah di Kecamatan Pakel.

Kendala para mitra untuk dapat bertahan dengan produk berkualitas ekspor, dibantu pemecahannya dengan menginovasi alat penunjang produksi yang lebih efektif dan efisien yaitu mesin ayakan getar otomatis (vibrating screen) tipe excentric tiga tingkat dengan penggerak motor listrik 2 PK. Dengan mesin ini, bahan baku batu alam yang dihasilkan lebih bersih dan seragam serta dapat termanfaatkan 100% tanpa ada sisa yang terbuang sehingga kapasitas produksi meningkat hingga 20-30%.

Inovasi lain yang diberikan adalah mesin poles portabel untuk permukaan kontur yang dimodifikasi dari mesin gerinda yang dapat memoles permukaan cekung dan berlubang. Dengan mesin ini akan dihasilkan produk teraso terutama wastafel, meja dapur, bathup dan pot yg lebih rapi, halus dan berkualitas.

Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) hibah DRPM Kemenristek Dikti dengan dua anggota pelaksana yaitu Silviana, ST, MT dan Dr. Adya Hermawati, SE, MM ini juga memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen usaha, penyusunan dan pembuatan SOP (Standart Operasional Prosedur) tentang Total Quality Controll Product, Rule of House, aplikasi pembukuan. Juga tim membuat SOP pengujian kualitas produk agar produk yang dihasilkan terjaga kualitasnya sebagai produk ekspor.

Ini adalah pelaksanaan tahun pertama dari tiga tahun yang direncanakan. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG