KPM UWG MOTIVASI WARGA BALESARI TINGKATKAN PRODUKTIFITAS

by | Feb 12, 2019 | Berita | 0 comments

Meskipun baru pertama kali menjadi lokasi KPM (Kuliah Pengabdian Masyarakat) dari Universitas Widyagama (UWG) Malang, saya berharap kehadiran mahasiswa ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus meningkatkan produktifitas dengan munculnya produk unggulan desa.

Sambutan Kepala Desa Maguan, Suwoto, SPd dan Kepala Desa Balesari, Ngaderi, pada acara Kunjungan Rektor dan Evaluasi Akhir Program KPM Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang pada Sabtu 9 Februari 2019 menyiratkan harapan yang sama. “Desa Balesari sebenarnya sudah memiliki produk unggulan, yaitu ubi jalar (= tela), akan tetapi masyarakat luar lebih mengenal komoditas tersebut sebagai Tela Gunung Kawi. Mungkin karena letak geografis Desa Balesari yang sangat dekat dengan Kawasan Wisata Religi Gunung Kawi yang memang sudah lama dikenal masyarakat luas,” ungkap Ngaderi sedikit curhat dihadapan para mahasiswa dan rombongan dari UWG.

Sebagaimana diketahui, lebih dari 150 mahasiswa UWG telah melakukan kegiatan KPM di dua desa di Kecamatan Ngajum Kabupaten Malang tersebut. Para mahasiswa dibagi menjadi lima kelompok dengan program kegiatan masing-masing meliputi bidang administrasi pemerintahan, produksi, pendidikan-sosial-agama dan lingkungan. Setelah selama sebulan berkegiatan, tibalah waktu Rektor UWG Prof. Dr. Ir. H. Iwan Nugroho, MS menjemput mereka untuk kembali ke kampus karena proses perkuliahan semester genap 2018/2019 segera dimulai.

Pada acara seremonial Kunjungan Rektor dan Evaluasi Akhir KPM yang diselenggarakan di Balaidesa Balesari tersebut, disampaikan pula oleh Kepala Desa Balesari bahwa kedepan ada bentuk kerjasama yang lebih implementatif untuk mengangkat nama Desa Balesari. “Ibu-ibu PKK disini sudah aktif melakukan proses produksi akan tetapi terbentur pada masalah pemasaran. Jumlah dan produktifitas sapi perah di Balesari sebenarnya juga lebih besar dari Pujon, akan tetapi justru Pujon yang lebih dikenal oleh masyarakat luar”.

Keberhasilan para mahasiswa peserta KPM dengan program kerjanya diakui oleh perwakilan masyarakat setempat, Adi. “Luar biasa apa yang telah dilakukan oleh para mahasiswa dari UWG ini,” pujinya yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari seluruh yang hadir.

Setelah para perwakilan kelompok mempresentasikan program kerja masing-masing dan hasil kegiatannya diserahkan kepada perwakilan wilayah masing-masing, maka secara resmi Rektor UWG menarik kembali para mahasiswa untuk kembali ke kampus.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Maguan dan Desa Balesari atas kesempatan dan kerjasamanya selama mahasiswa UWG melakukan KPM di tempat ini. Disamping berbagi ilmu, para mahasiswa juga belajar hidup bermasyarakat, oleh karena itu manakala selama bergaul dengan masyarakat, mahasiswa kami melakukan kekhilafan dan kekeliruan, atas nama lembaga, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. LPPM akan melakukan evaluasi atas program ini. Bila banyak sisi positif dari keduabelah pihak, insya allah kerjasama ini dapat dilanjutkan untuk periode 2019-2,” demikian Iwan menutup sambutannya.

Siang hari itu, secara resmi peserta KPM di Desa Balesari dibawah dosen pembimbing Dr. Ir. Moh. Su’i, MP dan Khojanah Hasan, SE, MM memang telah ditarik, akan tetapi selama satu-dua hari ke depan mereka masih punya tanggungjawab untuk menuntaskan semua programnya sebelum kembali ke kampus.

Ada janji menarik yang disampaikan oleh salah satu perwakilan kelompok, bahwa meskipun program KPM telah berakhir, mereka akan terus melakukan pendampingan sampai masyarakat benar-benar mandiri.

Rangkaian acara ditutup dengan foto bersama. (san/pip/red:rh)

 

Berita Terbaru UWG