{"id":12800,"date":"2020-04-10T19:56:54","date_gmt":"2020-04-10T12:56:54","guid":{"rendered":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/?p=12800"},"modified":"2020-04-10T19:56:54","modified_gmt":"2020-04-10T12:56:54","slug":"berdaring-ria-dengan-busana-setengah-formal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/2020\/04\/10\/berdaring-ria-dengan-busana-setengah-formal\/","title":{"rendered":"BERDARING RIA DENGAN BUSANA SETENGAH FORMAL"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-12802\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2020\/04\/IMG-20200410-WA0090-300x300.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" \/>Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH, MH, Dekan Fakultas Hukum Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang periode kedua, baru saja menguji tesis mahasiswanya di Program Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Ujian yang berlangsung 75 menit dengan dua sesi ini dirasakan cukup, menurutnya.<br \/>\nFakultas yang dipimpinnya adalah fakultas yang pertama kali melakukan ujian akhir secara daring di lingkungan Universitas Widyagama Malang, dengan tiga orang mahasiswa jenjang strata satu. Langkah strategis yang sangat mendukung mahasiswa ini kemudia diikuti oleh fakultas lain di lingkungan yang sama, yaitu Fakultas Teknik dan Fakultas Ekonomi.<br \/>\n\u201cUjian ini sebenarnya bermaksud melihat alur pikir mahasiswa atas kasus yang diteliti. Bagaimana mahasiswa menganalisis, menyajikan data, kemudian mempertahankan gagasannya dengan argumentasi hukum yang logis. Jadi tidak menguji salah atau benarnya. Penelitian boleh saja salah, karena nanti akan kesempatan untuk memperbaiki. Yang penting adalah bahwa penelitian tidak boleh dilakukan dengan bohong atau memanipulasi data,\u201d jelas dosen gaul ini dengan semangat. \u201cUjian daring ini, karena peserta boleh berada dimana saja yang diharapkan membuatnya rileks, tetap saja membuat mahasiswa tegang. Ini nampak sekali pada intonasi bicara dan raut wajah mereka,\u201d lanjutnya dengan tertawa. \u201cDalam kondisi darurat seperti saat ini, ujian daring sangat bermanfaat, efisien, dan efektif dengan tidak mengurangi kesakralan atau kemarwahannya,\u201d imbuhnya.<br \/>\nSatu kelemahan menurut bapak yang putri satu-satunya sedang melanjutkan studi di Jepang ini, adalah bahwa sistem daring ini sangat bergantung pada jaringan internet, apalagi bila salah satu peserta berada pada wilayah atau lokasi yang jaringan internetnya putus-nyambung.<br \/>\n\u201cSatu lagi\u2026\u2026,\u201d tambahnya sebelum mengakhiri wawancara. \u201cKalau ujian tatap muka langsung di kelas, seluruh peserta menggunakan busana formal lengkap sebagaimana ketentuan yang ada, kalau dengan daring ini bisa sedikit suka-suka\u2026..,\u201d imbuhnya. \u201cMaksudnya?,\u201d tanya pewarta. \u201cBisa jadi, pengujinya atau yang diuji, bagian atas memakai busana resmi, tetapi bagian bawahnya pakai sarung atau celana kolor. Saat menguji kemarin, bagian atas saya memakai hem lengan panjang lengkap dengan dasi, tetapi bawahnya pakai celana pendek.\u201d Sebuah pengakuan jujur dari dekan yang biasa dipanggil Pupung ini mengakhiri wawancara pada pagi Kamis 9 April 2020, juga dengan media daring.<br \/>\nMengurangi kesakralan? Rasanya tidak. Mengurangi kelengkapan kelulusan? Rasanya juga tidak. So\u2026.jalan terus\u2026\u2026.(san\/pip\/red:rh)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dr. Purnawan Dwikora Negara, SH, MH, Dekan Fakultas Hukum Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang periode kedua, baru saja menguji tesis mahasiswanya di Program Pascasarjana Universitas Widyagama Malang. Ujian yang berlangsung 75 menit dengan dua sesi ini dirasakan cukup, menurutnya. Fakultas yang dipimpinnya adalah fakultas yang pertama kali melakukan ujian akhir secara daring di lingkungan Universitas [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[7,8],"tags":[1723],"class_list":["post-12800","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-kabar-mahasiswa","tag-berdaring-ria-dengan-busana-setengah-formal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12800","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=12800"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/12800\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=12800"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=12800"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=12800"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}