{"id":153981,"date":"2025-10-31T00:48:51","date_gmt":"2025-10-31T00:48:51","guid":{"rendered":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/?p=153981"},"modified":"2025-10-31T01:56:22","modified_gmt":"2025-10-31T01:56:22","slug":"magister-ilmu-hukum-uwg-malang-gelar-fgd-evaluasi-kurikulum-integrasikan-isu-digital-hukum-kesehatan-dan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/2025\/10\/31\/magister-ilmu-hukum-uwg-malang-gelar-fgd-evaluasi-kurikulum-integrasikan-isu-digital-hukum-kesehatan-dan-lingkungan\/","title":{"rendered":"Magister Ilmu Hukum UWG Malang Gelar FGD Evaluasi Kurikulum: Integrasikan Isu Digital, Hukum Kesehatan, dan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><\/h3>\n\n\n\n<p><strong>Malang, 25 Oktober 2025 \u2013 Program Magister Ilmu Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang menggelar <em>Focus Group Discussion<\/em> (FGD) bertema <em>\u201cEvaluasi dan Pengembangan Kurikulum\u201d<\/em> di ruang hybrid lantai 2 Pascasarjana UWG serta melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah baru kurikulum hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kesehatan, dan lingkungan.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Kegiatan yang dipandu oleh <strong>Halimatus Khalidawati Salmah, S.H., M.H.<\/strong> sebagai moderator ini diikuti <strong>121 peserta<\/strong>, terdiri dari <strong>35 peserta luring<\/strong> dan <strong>86 peserta daring<\/strong>. Mereka berasal dari kalangan akademisi, praktisi hukum, pemerintah, hingga lembaga masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan pendidikan hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>Direktur Pascasarjana UWG, <strong>Prof. Dr. Ir. Aji Suraji, M.Sc., IPU., ASEAN Eng.<\/strong>, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan zaman agar lulusan Magister Hukum UWG memiliki daya saing global.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" data-id=\"153985\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251025_100538-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-153985\" srcset=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251025_100538-980x735.jpg 980w, https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251025_100538-480x360.jpg 480w\" sizes=\"auto, (min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" data-id=\"153986\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251025_094106-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-153986\" srcset=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251025_094106-980x735.jpg 980w, https:\/\/transitmig.cordelia.id\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/20251025_094106-480x360.jpg 480w\" sizes=\"auto, (min-width: 0px) and (max-width: 480px) 480px, (min-width: 481px) and (max-width: 980px) 980px, (min-width: 981px) 1024px, 100vw\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Tantangan Hukum di Era Disrupsi Digital<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Dalam sesi pemaparan, <strong>Prof. Dr. Widodo Dwi Putro, S.H., M.H.<\/strong> mengangkat topik <em>\u201cPengembangan Pendidikan Hukum Perspektif Filsafat.\u201d<\/em> Ia menyoroti tantangan profesi hukum di tengah disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).<br>Menurutnya, pendidikan hukum harus segera beradaptasi agar tidak tertinggal oleh perubahan cepat di era <em>legal tech<\/em>. Ia bahkan menyinggung kasus <em>Schwartz vs. Avianca<\/em> (AS, 2023) di mana pengacara menggunakan ChatGPT yang justru mengutip kasus palsu\u2014sebuah pelajaran penting tentang etika penggunaan AI di bidang hukum.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<strong>Inovasi teknologi hukum tidak punya garis akhir. Pendidikan hukum harus mencetak lulusan yang tidak hanya paham hukum, tapi juga berfilsafat, beretika, dan cakap digital,<\/strong>\u201d tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Urgensi Hukum Kesehatan dan Lingkungan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, <strong>Dr. Andriyanto, S.H., M.Kes.<\/strong> memaparkan perlunya memperkuat keahlian di bidang <em>hukum kesehatan<\/em> di era otonomi daerah. Ia menilai profesi ini semakin penting karena banyaknya persoalan hukum di sektor medis, mulai dari perlindungan pasien hingga penyelesaian sengketa rumah sakit.<\/p>\n\n\n\n<p>Senada dengan itu, <strong>Dr. Purnawan Dwikora Negara, S.H., M.H.<\/strong> menyoroti pentingnya integrasi antara hukum lingkungan dan hukum kesehatan. Ia memperkenalkan konsep <em>One Health, EcoHealth, dan Planetary Health<\/em> sebagai pendekatan lintas disiplin untuk menjaga keseimbangan antara manusia, lingkungan, dan kesehatan bumi.<\/p>\n\n\n\n<p>\u201c<strong>Hukum harus berpihak pada keadilan ekologis dan kesejahteraan publik,<\/strong>\u201d ujarnya. Ia juga mengusulkan pelatihan dosen dengan pendekatan tersebut agar kurikulum hukum UWG semakin progresif dan berwawasan ekologis.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rekomendasi Penguatan Kurikulum 2025<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Para narasumber sepakat bahwa empat mata kuliah dasar\u2014<strong>Teori Hukum, Filsafat Hukum, Metodologi Hukum, dan Politik Hukum<\/strong>\u2014perlu diperkuat sebagai fondasi utama Magister Hukum UWG. Selain itu, integrasi topik hukum digital, AI, kesehatan, dan lingkungan menjadi keharusan untuk menghadapi tantangan <em>Revolusi Industri 4.0<\/em> dan <em>Society 5.0<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Prof. Nalom Kurniawan<\/strong> menambahkan pentingnya evaluasi struktur SKS serta pemberian kuesioner bagi peserta untuk menyerap masukan lebih luas. Program matrikulasi juga disarankan bagi mahasiswa baru agar memiliki landasan akademik yang seragam.<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Menuju Kurikulum Hukum yang Adaptif dan Berkeadilan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>FGD yang berlangsung hingga pukul 12.30 WIB ini menghasilkan kesepahaman bahwa pendidikan hukum masa depan harus bersifat interdisipliner, adaptif, dan berorientasi pada etika serta tanggung jawab profesional.<br>Dengan pembaruan kurikulum ini, UWG Malang berkomitmen melahirkan <strong>sarjana hukum magister yang reflektif, tangguh secara moral, cakap digital, serta berwawasan ekologis dan sosial.<\/strong> (San\/PIP)<\/p>\n\n\n\n<hr class=\"wp-block-separator has-alpha-channel-opacity\" \/>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Malang, 25 Oktober 2025 \u2013 Program Magister Ilmu Hukum Universitas Widya Gama (UWG) Malang menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema \u201cEvaluasi dan Pengembangan Kurikulum\u201d di ruang hybrid lantai 2 Pascasarjana UWG serta melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk merumuskan arah baru kurikulum hukum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, kesehatan, dan lingkungan. Kegiatan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":153983,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[3314,3313,3312],"class_list":["post-153981","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-dan-lingkungan","tag-hukum-kesehatan","tag-magister-ilmu-hukum-uwg-malang-gelar-fgd-evaluasi-kurikulum-integrasikan-isu-digital"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153981","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=153981"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153981\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":153987,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/153981\/revisions\/153987"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/153983"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=153981"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=153981"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=153981"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}