{"id":2137,"date":"2014-08-25T19:47:32","date_gmt":"2014-08-25T12:47:32","guid":{"rendered":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/r2012\/?p=2137"},"modified":"2014-08-25T19:47:32","modified_gmt":"2014-08-25T12:47:32","slug":"monev-internal-pengabdian-masyarakat-2014","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/2014\/08\/25\/monev-internal-pengabdian-masyarakat-2014\/","title":{"rendered":"Monev internal Pengabdian Masyarakat 2014"},"content":{"rendered":"<div style=\"width: 180px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/encrypted-tbn1.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcQdfYaqRWi1PtpEIOrFyWHgYHLjlpg5jnVJOhxZBvm29yYp0ydF\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/encrypted-tbn1.gstatic.com\/images?q=tbn:ANd9GcQdfYaqRWi1PtpEIOrFyWHgYHLjlpg5jnVJOhxZBvm29yYp0ydF\" alt=\"\" width=\"170\" height=\"216\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Prof. Sukamto, Ketua LPPM<\/p><\/div>\n<p>Dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu kegiatan pengabdian masyarakat yang dibiayai DP2M Dikti tahun 2014, LPPM UWG melaksanakan monitoring dan evaluasi internal (monevin) ke lapangan (ke tempat mitra) mencakup IbM, IbK, dan IbPE.\u00a0 Jadwal monevin dilaksanakan tanggal 21 hingga 27 Agustus 2014. Jadwal monevin adalah ke IbPE Prof Sukamto di Wagir dan Candra Aditya di Tulungagung (21\/8); IbM Ir. Toni DP, MMT, Alfiana, SE., MM, Nova R Ismail, ST., MT, Dedi Usman, ST, MT (25\/8); IBM Dr. Ir. SUwarta, Ir. Abdul Halim, MT., \u00a0Emma Sulistyorini, ST., MT (26\/8); IbM Dra. Wahju Wulandari, MM, Ir. Riman, MT., Ir. Ismini, MP., Ir. Untung Sugiarti dan IbK Wiwin Purnomowati, MSi (27\/8). \u00a0Menurut ketua LPPM, monev internal bertujuan agar kegiatan pengabdian masyarakat memberi manfaat yang nyata, dan berorientasi solusi kepada masyarakat mitra, sebagaimana yang tertulis dalam usulan kegiatan.\u00a0 Kegiatan ini bila dijalankan dengan sungguh-sungguh akan menjadi amal jariah dosen dan lembaga kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Dari laporan kegiatan monevin hari pertama, yakni IbPE di Wagir dan di Tulungagung diperoleh hasil dan tanggapan mitra sebagai berikut. \u00a0\u00a0Kunjungan pertama adalah ke UKM produksi janggelan, lengkapnya adalah IbPE USAHA KECIL MENENGAH JANGGELAN PUDER \u00a0(Pengusul Prof. Dr. Ir. Sukamto, MS).\u00a0 Janggelan, nama yang aneh, tidak populer. Di UKM ini, tanaman\u00a0<a href=\"http:\/\/peluangusaha.kontan.co.id\/news\/janggelan-daun-cincau-hitam-yang-kian-populer-1\">janggelan<\/a>\u00a0diolah menjadi bubuk (powder) agar-agar hitam, atau yang populer dengan nama cincau hitam. \u00a0Cincau hitam merupakan makanan sehat kaya serat, yang populer di negara Taiwan, China, Korea dan negara-negara Asean.<\/p>\n<div style=\"width: 388px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a style=\"line-height: 1.5em\" href=\"http:\/\/photo.kontan.co.id\/photo\/2012\/06\/21\/504396182p.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"\" src=\"http:\/\/photo.kontan.co.id\/photo\/2012\/06\/21\/504396182p.jpg\" alt=\"\" width=\"378\" height=\"212\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Tanaman Janggelan (sumber: http:\/\/photo.kontan.co.id)<\/p><\/div>\n<p><a href=\"http:\/\/www.inkubatorwirausaha.com\/pengolahan\/66-janggelan-powder-011001\">UKM<\/a>\u00a0dengan label UD INTAN SARI JANGGELAN ini terletak Jl. Pangrango no 9, kecamatan Wagir, kabupaten Malang.\u00a0 Pemilik UKM, yakni pria Gatot (dan ibu Endang), telah mengusahakan produksi agar-agar hitam janggelan sejak tahun 2007, dan telah diekspor ke negara-negara Asia. Bahan baku tanaman Janggelan didapatkan dari wilayah Pacitan, Ponorogo dan sekitarnya.\u00a0 Menurut pak Gatot, janggelan juga ditanam di Malang Selatan tetapi rendemennya hanya sekitar 30 persen, sementara rendemen janggelan Pacitan mencapai 65 persen.\u00a0 Ia berterimakasih kepada Prof. Sukamto (dosen Universitas Widyagama Malang) yang telah membantu dalam hal (i) produksi, yakni menyediakan mesin pemasak dan bangunan pengering; (ii) manajemen keuangan, yakni tata kelola, pembukuan dan stok, dan sistem akuntansi, dan (iii) standarisasi mutu produk, termasuk sertifikasi halal.<\/p>\n<div>\n<div id=\"attachment_2139\" style=\"width: 158px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/r2012\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pengering-janggelan-gatot.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2139\" class=\"wp-image-2139\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/r2012\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pengering-janggelan-gatot.jpg\" alt=\"Gatot, pengusaha Janggelan\" width=\"148\" height=\"210\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2139\" class=\"wp-caption-text\">Gatot, pengusaha Janggelan<\/p><\/div>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em\">Pak Gatot awalnya ragu dengan gagasan peningkatan produksi yang ditawarkan Prof Sukamto.\u00a0 Itu adalah wujud kegalauan beliau. \u00a0Beliau sering menerima kunjungan orang-orang dari Pemda, dosen, peneliti atau mahasiswa, yang sekedar bertanya-tanya dan berfoto sekedar reportase, untuk kepentingan mereka sendiri. \u00a0Setelah itu, mereka menghilang tanpa kabar. \u00a0Adapun bantuan dari kegiatan IbPE Prof Sukamto itu sangat nyata dan berkelanjutan, untuk menyelesaikan masalah dan kendala produksi.\u00a0 Bantuan teknis dan manajemen itu dapat meningkatkan produksinya hingga 200 persen dari kondisi sebelumnya.<\/span><\/p>\n<\/div>\n<p><a style=\"line-height: 1.5em\" href=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pengering-janggelan.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pengering-janggelan.jpg\" alt=\"IbPE pengering janggelan\" width=\"385\" height=\"250\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pasar produk UKM janggelan ini telah mencapai Jakarta. \u00a0Sebagian produknya menggunakan kemasan sendiri, sebagian lainnya dikemas oleh pemesan.\u00a0 Untuk meningkatkan kapasitas pasar, pak Gatot mengupayakan standar mutu produk, serta membuka kerjasama dengan pihak lain untuk repackaging.\u00a0 Sejauh ini, ia belum mampu membuat merk sendiri karena kuatnya persaingan.\u00a0 Untuk memenuhi kebutuhan ekspor pun ia masih menggunakan jasa pihak lain.<\/p>\n<div style=\"width: 169px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama-sugianto.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama-sugianto.jpg\" alt=\"Sugianto, pengusaha pasir kucing\" width=\"159\" height=\"176\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Sugianto, pengusaha pasir kucing<\/p><\/div>\n<p>Kunjungan kedua adalah ke UKM pasir kucing, lengkapnya IbPE Kelompok Usaha Pasir Kucing (<em>Cat Litter<\/em>) di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur (pengusul Ir. Candra Aditya, MT).\u00a0 Nama produk ini pun tidak kalah asing.\u00a0 Pasir kucing adalah produk pasir yang digunakan oleh rumah tangga yang memiliki hewan peliharaan kucing.\u00a0 Pasir itu oleh kucing atau anjing menjadi pilihan utama untuk kencing atau buang kotoran. \u00a0Begitu kucing menyelesaikan hajatnya, cairan kencing bereaksi dengan pasir menimbulkan bau wangi, misalnya jeruk, apel, lavender, atau bau lain sesuai selera.\u00a0 \u00a0Pasir kucing, bukan hanya menjaga kebersihan rumah, tetapi juga dapat digunakan sebagai \u2018pupuk\u2019 untuk taman. Produk pasir kucing ini dapat dibeli di supermarket ternama dengan label produk impor Cina atau Eropa.\u00a0 Padahal itu adalah produk domestik, diantaranya adalah yang diproduksi di Tulungagung.<\/p>\n<div style=\"width: 479px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama.jpg\" alt=\"IbPE pasir kucing widyagama\" width=\"469\" height=\"240\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Workshop pasir kucing<\/p><\/div>\n<p>UKM pasir kucing terletak di kecamatan Ngunut, kabupaten Tulungagung.\u00a0 UKM ini mengambil bahan baku batuan bentonit (masuk kelompok galian tipe C) dari kecamatan Binangun, kabupaten Blitar.\u00a0\u00a0<a href=\"http:\/\/www.tekmira.esdm.go.id\/data\/Bentonit\/ulasan.asp?xdir=Bentonit&amp;commId=8&amp;comm=Bentonit\">Bentonit<\/a>\u00a0adalah nama mineral sejenis\u00a0<a href=\"http:\/\/www.aboutclay.com\/info\/Articles\/bentonite_montmorillonite.htm\">monmorilonitik<\/a>\u00a0yang kaya liat tipe 2:1.\u00a0 Bentonit memiliki fungsi menyerap air, kation dan senyawa lain; sehingga memiliki manfaat yang tinggi bagi kehidupan manusia, dalam bidang pertanian, perikanan, dan industri kimia secara umum.\u00a0 Bentonit ini yang dapat menyerap bau urine atau udara yang tidak sedap.<\/p>\n<div id=\"attachment_2146\" style=\"width: 289px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/r2012\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama2.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2146\" class=\"wp-image-2146\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/r2012\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama2-246x300.jpg\" alt=\"Kemasan Pasir Kucing\" width=\"279\" height=\"339\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2146\" class=\"wp-caption-text\">Kemasan Pasir Kucing<\/p><\/div>\n<p><span style=\"line-height: 1.5em\">Pengusaha UKM bernama bapak Sugianto, yang menekuni usaha ini sejak 2008.\u00a0 Bantuan IbPE untuk UKM pasir kucing adalah penyediaan mesin granulator untuk menambah kapasitas produksi.\u00a0 Harus diakui bahwa proses produksi pasir kucing ini relatif rumit dan panjang, melibatkan banyak pelaku.\u00a0\u00a0 Secara ringkas tahapan produksinya adalah (i) penggilingan batuan, dilakukan oleh rumah tangga sekitarnya, (ii) pengumpulan powder batuan, (iii) granulasi, dibantu mekanisme spraying air, (iv) pewarnaan, dangan kalsium, (v) pemberian bahan pewangi, (vi) pengeringan, (vii) pengayakan (sieving), dan (viii) packaging.<\/span><\/p>\n<p>Sugianto, yang juga merupakan pengusaha ikan gurami, menyatakan bahwa pasar pasir kucing masih sangat luas. \u00a0Produknya sudah dibeli oleh pengusaha asal Surabaya (pemilik merek dagang).\u00a0 Melalui bantuan IbPE, ia mengembangkan workshop lainnya untuk meningkatkan produksi dan memperluas pasar. Kemampuannya terbatas hanya pada memproduksi saja.\u00a0 Perihal pasar, distribusi dan ekspor sudah ada pihak yang menangani.\u00a0 Meskipun harga yang diterima relatif rendah, ia cukup puas dengan usaha ini, selain memberikan kesempatan kerja bagi penduduk desa. \u00a0Menurut pria yang berusia 40 tahun ini, umumnya produsen pasir kucing menggunakan label asing untuk meningkatkan nilai jual.<\/p>\n<div style=\"width: 441px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/iwan-nugroho\/wp-content\/uploads\/2014\/08\/IbPE-pasir-kucing-widyagama1.jpg\" alt=\"\" width=\"431\" height=\"252\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">Rektor dan tim Monev LPPM<\/p><\/div>\n<p>Dalam kegiatan monevin hari pertama tersebut (21\/8), selain ketua LPPM, ikut serta \u00a0Rektor UWG Prof Iwan Nugroho, \u00a0<span style=\"line-height: 1.5em\">Sekretaris LPPM\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em\">Dra Wahju Wulandari, MM, Kapus Pengabdian Ir. Candra Aditya, MT \u00a0dan anggota pengusul Silviana, ST., MT. \u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em\">Sebagaimana acara monevin tahun sebelumnya, Rektor hadir untuk memberikan dukungan kepada dosen, serta apresiasi kepada mitra kerjasama.\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em\">\u00a0<\/span><span style=\"line-height: 1.5em\">Rektor berharap pengusaha mitra dapat memanfaatkan bantuan IbPE tersebut untuk meningkatkan produksinya. \u00a0(in)<\/span><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka penjaminan dan peningkatan mutu kegiatan pengabdian masyarakat yang dibiayai DP2M Dikti tahun 2014, LPPM UWG melaksanakan monitoring dan evaluasi internal (monevin) ke lapangan (ke tempat mitra) mencakup IbM, IbK, dan IbPE.\u00a0 Jadwal monevin dilaksanakan tanggal 21 hingga 27 Agustus 2014. Jadwal monevin adalah ke IbPE Prof Sukamto di Wagir dan Candra Aditya di [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[218,171,219,220,115,221],"class_list":["post-2137","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-ibk","tag-ibm","tag-ibpe","tag-janggelan","tag-lppm","tag-monev"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2137","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2137"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2137\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2137"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2137"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/transitmig.cordelia.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2137"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}