Rangkaian akhir Program PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) tahun 2019 UWG ditutup dengan Malam Inagurasi berupa gelar seni para mahasiswa pada Sabtu, 7 September 2019 bertempat di halaman Kampus lll UWG.
Acara yang dimulai pukul 18.00 itu serasa berpacu dengan waktu karena begitu antusiasnya pengisi acara. Bukan hanya dari unsur mahasiswa baru, tetapi mahasiswa lama dan para dosenpun seakan tidak mau ketinggalan untuk mengeksplor jiwa seni mereka.
Rangkaian acara diawali dengan pelepasan secara simbolis seluruh atribut PKKMB oleh Ketua Panitia Dr. Agus Tugas Sudjianto, ST, MT yang pada malam itu mewakili Rektor UWG Prof. Dr. Ir. Iwan Nugroho, MS. ID card besar menggelantung di leher, pita berjejer di pundak dan ikat rambut yang terus bertambah sesuai jumlah hari pelaksanaan PKKMB, pita merah putih dan pin garuda, itu antara lain atribut PKKMB yang malam itu ditanggalkan dan para maba beralih status sebagai keluarga besar UWG, disambut tepuk tangan meriah oleh seluruh yang hadir.
Setelah seremonial pembukaan yang diakhiri dengan sambutan penutupan PKKMB oleh Ketua Panitia yang juga Wakil Rektor lll tersebut, acara dilanjutkan dengan penampilan seni masing-masing kelompok, yang tahun ini menggunakan nama tokoh pewayangan yaitu Gatutkaca, Arjuna, Sadewa, Kresna, Bima dan Yudistira. Kelompok maba ini menampilkan seni dalam bentuk tari, nyanyi, puisi, drama, juga beatbox, sebuah seni musik yang mengandalkan kemampuan seseorang menirukan suara.
Bukan hanya mahasiswa baru, mahasiswa lamapun serasa tak mau kalah dengan anggota keluarga barunya dalam menampilkan potensi seninya. Tercatat beberapa nama antara lain Gita dari UKM Asma dengan Tari Beskalan, Dian Karina dari Fakultas Hukum dengan Tari Jaipong dan KitKat, boyband dari Fakultas Teknik.
Tidak hanya itu, kelompok dosen penyuka seni suara yang menamakan diri Widya Nada pun tak mau ketinggalan. Grup band yang terdiri dari unsur dosen dan karyawan ini tampil tiga lagu dan mengajak seluruh hadirin untuk menari di depan panggung megah berukuran 8×6 meter dan tinggi 1 meter tersebut. Tingkah menari para maba menjadi semakin antusias dengan lighting panggung yang luar biasa, ditingkah dentuman kembang api memecah gelapnya malam.
Mohammad Fauzi Fikri Haikal, Ketua HMJ Akuntansi yang didapuk menjadi koordinator seksi acara mengaku puas dengan hasil akhir kerja mereka selama seminggu ini. “Kekurangan diakui pasti ada, karena kami manusia dengan usia muda yang memiliki begitu banyak keinginan dan idealisme. Tetapi atas bimbingan para dosen, alhamdulillah semua dapat berjalan dengan lancar, insya allah sesuai dengan rencana. Ini adalah moment pembelajaran bagi kami semua tentang bagaimana mengemas sebuah kegiatan besar dengan jumlah panitia dan peserta yang cukup besar. Terima kasih kepada pimpinan Universitas yang telah memberi kepercayaan kepada kami,” demikian ujar pemuda ganteng berkacamata ini.
Acara yang juga cukup seru adalah saat pembawa acara, Abdillah dari Fakultas Pertanian dan Astrid dari Fakultas Ekonomi mengumumkan para pemenang berbagai macam lomba yang diadakan selama tujuh hari ber-PKKMB, baik lomba untuk para maba maupun penilaian kepada para kakak-kakak panitia.(san/pip/red:rh)



