Hari ke enam kegiatan PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru) Kampus Inovasi Universitas Widyagama Malang, Jumat 6 September 2019, salah satunya diisi dengan ESQ (Emotional and Spiritual Quotion) dengan menghadirkan Surya Adi Permono, SE.
Dalam salah satu materi presentasinya, alumni Prodi Akuntansi FE UWG ini mengajak yuniornya untuk mengimpresi diri dengan mawas diri mengingat bagaimana hubungan dan komunikasinya dengan kedua orangtua mereka. Itu semua diawali dengan ajakan kepada maba untuk memejamkan mata dan fokus kepada apa yang pernah dilakukan kepada dirinya sendiri dan kepada kedua orangtuanya.
Begitu kuatnya pengaruh akuntan yang lebih banyak bergerak dibidang psikologi ini, sehingga tidak sedikit maba yang hanyut terbawa emosi. Ada yang menangis hanya dengan mengeluarkan air mata, ada yang juga bersuara bahkan ada pula yang sampai histeris berteriak-teriak.
Moment mengharukan dan menegangkan tersebut dibiarkan berlangsung beberapa saat oleh mahasiswa yang lulus dalam waktu tujuh tahun tersebut hingga akhirnya Surya Adi Permono “membangunkan” mereka dari situasi tersebut. Ada yang terlihat bingung saat membuka matanya, ada pula yang berpolah biasa saja tanpa ada efek yang berbeda.
Pada kesempatan berikutnya Surya mengajak para maba untuk mengenal lebih jauh siapa diri masing-masing dengan segala kekurangan dan kelebihannya. “Ketahui dengan pasti apa potensi diri kita dan jangan terlalu memikirkan kekurangan kita. Tidak ada manusia yang sempurna. Jadikan kekurangan diri sebagai bahan untuk mewujudkan jatidiri,” demikian lanjutnya dengan memberi contoh bagaimana Rowan “Mr. Bean” Atkinson memulai karirnya di dunia peran sampai akhirnya menjadi terkenal.
Di sesi akhir presentasinya, alumni Akuntansi FE UWG angkatan
1990 ini mengajak para maba untuk menghindarkan diri dari sifat seperti kepiting yang ingin menang sendiri dan tidak ingin orang lain sukses. “Sukses UWG adalah sukses kita semua,” demikian
Begitu tersentuhnya psikologis seorang maba akan semua yang disampaikan oleh Surya sehingga meski waktu presentasi berakhir, ada seorang maba yang masih terlihat menangis. Sebagai seniornya, dengan tulus Surya Adi Permono menghampirinya, memeluknya, mengusap rambutnya dan mengajaknya berbincang-bincang secara empat mata, di sudut Hall Widyagraha, setelah acara selesai. (san/pip/red:rh)




