Malang, 12 Desember 2024 – Dalam acara “BAWASLU Goes to Campus 2024” yang berlangsung di Universitas Widyagama Malang, Nara Sumber Dr. Purnawan D. Negara, SH.,MH., dosen Fakultas Hukum Universitas Widyagama, menekankan pentingnya peran strategis mahasiswa dalam mengawal hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur tahun 2024.
Purnawan menguraikan bahwa mahasiswa memiliki tiga peran utama yang sangat relevan dalam konteks pemilu, yakni sebagai agent of change, social control, dan moral force. Mahasiswa, katanya, adalah “generasi intelektual yang berperan menjaga moral masyarakat dan mendorong demokrasi yang lebih sehat.”
Urgensi Partisipasi Mahasiswa
Menurut Purnawan, partisipasi aktif mahasiswa diperlukan untuk mendukung pengawasan partisipatif dalam pemilu, terutama dalam mencegah kecurangan, memastikan transparansi data, dan menjaga kondusivitas pasca-pemilu. Ia juga menyoroti pentingnya mahasiswa melaporkan pelanggaran secara cepat dan tepat kepada Bawaslu, membantu penyelesaian sengketa melalui jalur hukum, serta mendukung pendidikan politik bagi masyarakat.
Lebih lanjut, mahasiswa juga diharapkan dapat berperan sebagai mediator konflik dan membangun kolaborasi dengan media serta LSM guna mengawasi proses dan hasil Pilkada. “Kolaborasi ini penting untuk menciptakan legitimasi pemilu yang kredibel,” ujarnya.
Menjaga Harmoni Pasca-Pilkada
Dalam upaya menjaga harmoni sosial pasca-Pilkada, mahasiswa dapat berkontribusi melalui dialog lintas komunitas dan pengorganisasian kegiatan sosial yang mempererat persatuan. Purnawan menegaskan bahwa pendidikan politik harus terus dilakukan untuk mengurangi potensi konflik akibat perbedaan pilihan politik.
Ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab untuk menjaga stabilitas tidak hanya berada di tangan mahasiswa, tetapi juga aparat keamanan, pemerintah daerah, dan para kandidat yang bertarung dalam Pilkada.
Melalui acara ini, Bawaslu Jawa Timur berharap mahasiswa mampu menjadi mitra strategis dalam mewujudkan Pilkada yang jujur, adil, dan damai. “Mahasiswa adalah tonggak perubahan dan kontrol sosial. Peran mereka sangat vital dalam menjaga demokrasi tetap sehat dan inklusif,” tutup Purnawan.(San/pip)



